ilustrasi badai (pexels.com/Tom Fisk)
BBMKG menetapkan status waspada cuaca ekstrem ini berlaku dari tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2026. Tak tanggung-tanggung, 30 kabupaten dan kota masuk dalam radius ancaman badai.
Peta sebaran wilayah terdampak meliputi:
Kawasan Pantai Timur & Perkotaan: Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Asahan, dan Batubara.
Kawasan Dataran Tinggi & Danau Toba: Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Simalungun, Pematang Siantar, Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara.
Kawasan Pantai Barat & Tapanuli: Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
Kawasan Labuhanbatu Raya: Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
Kepulauan Nias: Nias Selatan, Nias Utara, Nias, Nias Barat, dan Gunung Sitoli.
Ancaman ini tidak berhenti di darat. Di perairan lepas, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) siap menghantam kapal-kapal yang melintas di kawasan Selat Malaka bagian utara.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca terkini, BMKG membuka saluran siaga melalui call center 0821-6804-3653 atau pantauan digital di akun media sosial.