Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Diadang Warga Klambir Lima, Minta Lepaskan Tersangka Narkoba
– Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah barak yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan bantaran sungai Klambir V, Medan, Selasa (28/7/2026). (Dok: Polrestabes Medan)
  • Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek barak dugaan narkoba di bantaran Sungai Klambir V pada 28 Juli 2026, setelah menerima informasi dan melakukan penyelidikan.
  • Polisi menangkap FS yang diduga pengedar sabu, menyita sabu, alat isap, plastik klip, dan uang tunai; pelaku lain kabur melompat ke sungai.
  • Puluhan warga sempat menghadang dan meminta tersangka dilepaskan, tetapi polisi tetap membawanya untuk proses hukum serta membongkar dan membakar barak tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

 Medan, IDN Times – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah barak yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan bantaran sungai Klambir V, Medan, Selasa (28/7/2026). Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu, sementara sejumlah pelaku lainnya berhasil melarikan diri dengan melompat ke sungai.

Selain mengamankan tersangka, petugas turut memusnahkan barak yang diduga dijadikan tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika. Operasi sempat diwarnai penolakan dari sejumlah warga yang meminta polisi melepaskan pelaku.

 

1. Polisi temukan barak narkoba di balik semak bantaran sungai

– Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah barak yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan bantaran sungai Klambir V, Medan, Selasa (28/7/2026). (Dok: Polrestabes Medan)

Penggerebekan dilakukan setelah personel Unit III Satresnarkoba Polrestabes Medan menerima informasi dan melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di kawasan Klambir V. Lokasi yang berada di balik semak belukar di bantaran sungai itu disebut menjadi tempat berkumpulnya para pelaku.

Akses menuju lokasi yang sulit membuat proses penindakan tidak berjalan mudah. Menurut Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah pelaku untuk melarikan diri.

"Ada beberapa pelaku yang kabur dengan melompat ke sungai, akses menuju lokasi ini juga tidak mudah karena kita harus melewati semak belukar dan jalan setapak. Namun, kami tetap berhasil meringkus pengedar narkoba di barak ini berinisial FS," ungkap Rafli.

2. Polisi sita sabu dan alat isap, barak langsung dibakar

– Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah barak yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan bantaran sungai Klambir V, Medan, Selasa (28/7/2026). (Dok: Polrestabes Medan)

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap seorang pria berinisial FS yang diduga sebagai pengedar narkotika. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu paket sabu, puluhan alat isap, ratusan plastik klip kosong, serta sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.

Usai mengamankan barang bukti, petugas membongkar dan membakar seluruh bangunan barak agar tidak kembali digunakan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

"Barak kami bumihanguskan agar tidak ada lagi praktik serupa di tempat ini," tambah Rafli.

3. Sempat dihadang warga, polisi tetap bawa tersangka

– Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah barak yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kawasan bantaran sungai Klambir V, Medan, Selasa (28/7/2026). (Dok: Polrestabes Medan)

Operasi penindakan sempat mendapat perlawanan dari sejumlah warga di sekitar lokasi. Puluhan warga dilaporkan menghadang petugas dan meminta agar tersangka yang telah diamankan dilepaskan.

Meski demikian, polisi tetap membawa tersangka ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses hukum. Rafli menegaskan anggotanya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis selama menghadapi situasi tersebut.

"Kami sempat dihadang warga, namun kami pastikan tidak akan ada kompromi untuk segala tindakan yang menghalang-halangi petugas dalam penindakan hukum," pungkas Rafli.

Curated For You

Editorial Team

Related Article