Physiorehab Hadir di Medan dengan Pendekatan Fisioterapi Menyeluruh

- Gaya hidup modern dan minim aktivitas fisik picu masalah kesehatan gerak
- Fisioterapi di Physiorehab dapat diakses oleh seluruh kelompok usia
- Physiorehab menerapkan standar klinis yang ketat dan konsisten di seluruh cabang, termasuk Medan
Medan, IDN Times- Meningkatnya kesadaran masyarakat Medan terhadap olahraga dan gaya hidup aktif turut mendorong kebutuhan akan layanan rehabilitasi yang tidak hanya bersifat pemulihan, tetapi juga preventif dalam menjaga kesehatan dan performa tubuh. Menjawab kebutuhan layanan rehabilitasi yang kian meningkat, Physiorehab resmi membuka klinik fisioterapi di Medan dengan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek medis, pencegahan cedera, dan gaya hidup sehat.
Berlokasi di 59 Sport Hub Medan, Jalan Walter Monginsidi, Physiorehab Medan hadir di kawasan strategis pusat aktivitas kebugaran kota. Peresmian klinik ini digelar pada Minggu (11/1) dan dihadiri oleh Founder sekaligus Head Physiotherapist Physiorehab, Simon Prasetyo, bersama tim terapis Physiorehab.
“Fisioterapi kini tidak lagi dipandang semata sebagai layanan pemulihan saat cedera, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Melalui Physiorehab, kami ingin membantu masyarakat memahami tubuhnya dengan lebih baik, menjaga mobilitas, dan tetap aktif secara aman dalam jangka panjang," kata Founder sekaligus Head Physiotherapist Physiorehab, Simon Prasetyo.
1. Gaya hidup modern dan minim aktivitas fisik picu masalah kesehatan gerak

Seiring meningkatnya aktivitas fisik dan tuntutan kerja modern, gangguan muskuloskeletal kian banyak dialami masyarakat, khususnya kelompok usia produktif. Keluhan seperti nyeri punggung bawah, cedera lutut, gangguan bahu, hingga cedera akibat olahraga dan pekerjaan menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pola kerja sedentari, postur tubuh yang kurang ergonomis, serta aktivitas fisik tanpa pendampingan yang tepat menjadi faktor dominan pemicu kondisi tersebut.
Dalam konteks ini, fisioterapi memiliki peran strategis, tidak hanya untuk mempercepat pemulihan pasca-cedera maupun pasca-operasi, tetapi juga untuk mencegah kekambuhan yang berpotensi mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
“Dari sisi medis, fisioterapi berperan penting dalam membantu pemulihan fungsi gerak pasca-cedera dan pasca-operasi, sekaligus mencegah kekambuhan yang dapat mengganggu produktivitas. Pendekatan rehabilitasi modern menempatkan fisioterapi tidak hanya sebagai terapi kuratif, tetapi sebagai bagian dari manajemen kesehatan jangka panjang berbasis fungsi dan kualitas hidup,’’ ujar Simon.
2. Fisioterapi di Physiorehab dapat diakses oleh seluruh kelompok usia
Di sisi lain, tren olahraga seperti lari dan padel yang berkembang pesat di berbagai kota di Indonesia membawa dampak positif bagi kesadaran hidup sehat. Namun, peningkatan partisipasi ini juga diiringi risiko cedera yang tidak bisa diabaikan. Secara medis, olahraga dengan beban berulang serta perubahan arah yang cepat menuntut kesiapan otot, sendi, dan kontrol gerak yang optimal.
Nyeri lutut menjadi keluhan yang paling sering muncul pada pelari dan pemain padel, dipicu oleh gerakan mendadak, beban berulang, serta lemahnya stabilitas otot penopang. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknik gerak yang benar, program penguatan otot, dan pemulihan yang terencana menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas olahraga.
“Fisioterapi berperan penting dalam memulihkan fungsi gerak sekaligus mencegah cedera. Melalui evaluasi pola gerak, perbaikan postur, dan latihan yang disesuaikan dengan kondisi individu, fisioterapi membantu masyarakat tetap aktif dan bergerak secara aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Simon.
Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis fungsi, fisioterapi kini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan gerak jangka panjang, baik bagi atlet maupun masyarakat umum.
Physiorehab menghadirkan layanan fisioterapi komprehensif untuk mendukung gaya hidup aktif dan pemulihan fungsional, mulai dari penanganan cedera olahraga, nyeri otot dan sendi, rehabilitasi pasca operasi, penggantian sendi lutut dan panggul, hingga cedera tulang belakang.
Layanan Physiorehab mengintegrasikan pemeriksaan klinis yang menyeluruh, manual therapy, exercise therapy, serta dukungan peralatan rehabilitasi modern. Dengan standar assessment yang terstruktur dan program terapi progresif berbasis aktivitas individu, fisioterapi tidak hanya berfokus pada pengurangan nyeri, tetapi juga pada pemulihan fungsi optimal dan pencegahan cedera berulang.
Fisioterapi di Physiorehab dapat diakses oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak, dewasa, hingga lansia, dengan pendekatan yang disesuaikan secara personal sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
3. Physiorehab menerapkan standar klinis yang ketat dan konsisten di seluruh cabang, termasuk Medan

Physiorehab menerapkan standar klinis yang ketat dan konsisten di seluruh cabang, termasuk Medan, dengan layanan yang didukung oleh fisioterapis profesional bersertifikasi. Seluruh tim telah melalui program standarisasi dan pelatihan internal terstruktur sebelum bertugas, guna memastikan mutu layanan yang seragam.
Saat ini, Physiorehab mengoperasikan sembilan lokasi layanan di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan Medan. Ke depan, Physiorehab akan memperluas jaringan secara bertahap ke kota-kota besar lainnya dengan kebutuhan fisioterapi tinggi, dengan tetap mengedepankan kualitas layanan dan konsistensi standar klinis.
“Fisioterapi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi oleh standar profesional yang konsisten mulai dari kompetensi fisioterapis, asesmen berbasis bukti, hingga pengukuran hasil terapi yang terukur. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan setiap pasien mendapatkan layanan yang aman, efektif, dan bertanggung jawab.” pungkas Simon.


















