Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Peringatan 165 Tahun HKBP dan Warisan I.L. Nommensen

Peringatan 165 Tahun HKBP dan Warisan I.L. Nommensen
Ketua Yayasan HKBP Nommensen Effendi Simbolon saat ziarah ke makam Nommensen (dok.istimewa)
Intinya Sih
  • Ketua Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, memimpin ziarah ke makam I.L. Nommensen sebagai bagian dari peringatan 165 tahun HKBP yang berlangsung khidmat di Sigumpar.
  • I.L. Nommensen dikenang sebagai misionaris asal Jerman yang meletakkan dasar perkembangan masyarakat Batak melalui pelayanan agama, pendidikan, kesehatan, dan sosial sejak tiba di Tanah Batak pada 1862.
  • Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai pengabdian, kepedulian pendidikan, serta semangat persatuan yang diwariskan Nommensen agar terus hidup di generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times- Bagi masyarakat Batak, nama Ingwer Ludwig Nommensen bukan hanya identik dengan penyebaran agama Kristen. Sosok yang lahir di Nordstrand, Jerman, pada 1834 itu juga dikenal sebagai pelopor pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelayanan sosial yang dampaknya masih dirasakan hingga sekarang.

Untuk itu para peringatan ke-165 tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN), Effendi Muara Sakti Simbolon, untuk berziarah ke Makam IL Nommensen, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 165 tahun

Effendi hadir bersama Panitia Nasional Perayaan 165 Tahun HKBP untuk mengikuti kebaktian dan doa bersama di kompleks makam I.L. Nommensen. Suasana berlangsung khidmat meski cuaca kurang bersahabat, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh misionaris asal Jerman.

1. Nilai-nilai yang diwariskan Nommensen tetap relevan di tengah tantangan zaman

Makan missionaris Dr I L Nommensen di Kabupaten Toba (dok.istimewa)
Makan missionaris Dr I L Nommensen di Kabupaten Toba (dok.istimewa)

Effendi menegaskan bahwa peran I.L. Nommensen jauh melampaui tugas sebagai seorang misionaris. Menurutnya, Nommensen merupakan sosok apostel yang meletakkan fondasi penting bagi perkembangan masyarakat Batak melalui pelayanan keagamaan, pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan sosial.

"I.L. Nommensen bukan hanya seorang misionaris, tetapi juga apostel bagi Bangsa Batak. Jejak pengabdiannya masih dapat dirasakan hingga hari ini melalui perkembangan gereja, pendidikan, dan kehidupan masyarakat," ujar Effendi.

Politisi nasional tersebut juga menilai nilai-nilai yang diwariskan Nommensen tetap relevan di tengah tantangan zaman. Semangat melayani tanpa membedakan latar belakang, kepedulian terhadap pendidikan, serta pengorbanan untuk masyarakat dinilai menjadi teladan bagi para pemimpin masa kini.

"Semangat pengorbanan, pelayanan tanpa membeda-bedakan, serta keberpihakan kepada pendidikan yang ditunjukkan Nommensen menjadi contoh bagi setiap pemimpin dalam membangun masyarakat," katanya.

2. Sekilas soal sejarah I.L. Nommensen

Makan missionaris Dr I L Nommensen di Kabupaten Toba (dok.istimewa)
Makan missionaris Dr I L Nommensen di Kabupaten Toba (dok.istimewa)

I.L. Nommensen lahir di Nordstrand, Jerman, pada 1834 dan tiba di Tanah Batak pada 1862 sebagai utusan Rheinische Missionsgesellschaft (RMG). Dengan pendekatan yang menghormati budaya lokal, ia berhasil membangun hubungan erat dengan masyarakat Batak sekaligus menjadi pelopor berkembangnya Kekristenan yang kemudian melahirkan HKBP sebagai salah satu gereja terbesar di Indonesia.

Selain dikenal melalui pelayanan keagamaan, Nommensen juga memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Warisan pemikirannya masih terus dirasakan hingga kini, salah satunya melalui Universitas HKBP Nommensen yang berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara.

3. Sejarah perjalanan pelayanan Nommensen di Tanah Batak.

Beberapa pria berdiri di bawah payung saat malam hari, membaca lembaran kertas di area terbuka yang tampak basah karena hujan.
Ketua Yayasan HKBP Nommensen Effendi Simbolon saat ziarah ke makam Nommensen (dok.istimewa)

Pada kesempatan itu, Camat Sigumpar Robinson Siagian turut memaparkan sejarah perjalanan pelayanan Nommensen di Tanah Batak. Penjelasan tersebut mengingatkan kembali perjuangan sang misionaris yang mengabdikan hidupnya bagi masyarakat Batak hingga akhir hayat dan dimakamkan di Sigumpar.

Bagi Effendi, peringatan 165 tahun HKBP bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah gereja, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pelayanan, pendidikan, dan persatuan yang diwariskan I.L. Nommensen.

Ia berharap semangat tersebut terus ditanamkan kepada generasi muda agar menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang maju, berkarakter, dan berkeadaban, sekaligus menjaga warisan yang telah ditinggalkan oleh Rasul Bangsa Batak.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More