Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melihat Penjualan Pernak-pernik Ramadan dan Idul Fitri di Medan
Pernak pernik Idul Fitri di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Islamiah, pengrajin pernak-pernik Ramadan asal Medan, telah menekuni usaha dekorasi bernuansa religi selama 11 tahun dan kini mempekerjakan 10 karyawan dengan jangkauan penjualan hingga luar kota.
  • Produk yang dijual meliputi hiasan ketupat, beduk, lampion, lentera, dan masjid berbahan dasar sterofoam serta gabus dengan harga mulai Rp5 ribu hingga Rp1 juta tergantung ukuran dan jenisnya.
  • Tahun ini omzet penjualan mengalami penurunan akibat bencana banjir di Sumatera, meski permintaan biasanya meningkat menjelang puncak Ramadan dan Idul Fitri dari berbagai daerah di Sumut.
  • Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penjualan pernak-pernik musiman bernuansa Ramadan dan Idul Fitri yang dibuat secara handmade oleh pengrajin lokal di Medan untuk memenuhi permintaan dekorasi selama bulan suci.
  • Who?
    Islamiah, seorang pengrajin berusia 34 tahun asal Sei Rampah, bersama suaminya dan 10 karyawan yang memproduksi serta memasarkan pernak-pernik tersebut.
  • Where?
    Usaha dilakukan di Jalan Karangsari, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, dengan jangkauan penjualan hingga luar kota seperti Aceh, Siantar, Berastagi, dan Sibolga.
  • When?
    Kegiatan produksi dan penjualan berlangsung menjelang serta selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri; laporan terakhir disampaikan pada Rabu, 25 Februari 2026.
  • Why?
    Pernak-pernik dibuat untuk menambah semarak suasana Ramadan dan Lebaran serta menjadi sumber penghasilan utama bagi pembuatnya meski hanya dipasarkan secara musiman.
  • How?
    Pembuatan dilakukan dari bahan dasar sterofoam dan gabus melalui proses pembuatan pola hingga pengecatan yang memakan waktu dua hingga lima hari tergantung jenis pesanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Dalam menambah semarak saat momen lebaran Idul Fitri, kita sering melihat pernak-pernik musiman bernuansa religi. Meski bukan bagian dari ritual agama, penjualan pernak-pernik menjadi hal yang biasa terlihat di jalanan.

Di Kota Medan, Islamiah salah satu pengrajin pernak pernik dekorasi Ramadan yang berada di Jalan Karangsari, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan ini sudah 11 tahun menggeluti usahanya. Pemesanan pernak-pernik sudah menjangkau keluar kota Medan.

Perempuan 34 tahun ini, mengaku awal usaha ia belajar dari Pamannya. Kini bersama sang suami menjalankan usahanya secara mandiri, dan memiliki 10 karyawan. Tak tanggung-tanggung, keuntungan yang diperoleh sangat menjanjikan meskipun hanya dipasarkan khusus bulan Ramadan saja.

1. Harga mulai dari Rp5 ribu hingga Rp1 juta

Pernak pernik Idul Fitri di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Berbagai jenis pernak-pernik dijual, seperti hiasan berbentuk ketupat, beduk, lampion, lentera, masjid, unta serta sepasang orang-orangan. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, khusus ketupat mulai dari Rp5 ribu sampai Rp150 ribu per buah dan aksesoris mulai dari harga Rp15 ribu hingga Rp1 juta.

Adapun hiasan ketupat terdiri dari 6 ukuran, kecil, sedang, besar, paling besar dan jumbo. Untuk aksesoris dari yang kecil, sedang, besar dan yang paling terbesar.

"Kami buat tahun ini ada bentuk ketupat dengan berbagai macam ukuran mulai dari ketupat besar, sedang hingga paling besar. Sedangkan untuk aksesoris ada bulan bintang, bulan mesjid, bedug gantung, lampion dan bedug hiasan ukuran besar," katanya pada IDN Times, Rabu (25/2/2026).

2. Bahan dasar terdiri dari sterofoam dan gabus

Pernak pernik Idul Fitri di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Masing-masing pernak pernik ini berbahan dasar sterofoam dan gabus. Kebanyakan yang diminati oleh pembeli adalah aksesoris dari bulan masjid, bulan bintang, lampion, bedug, dan ketupat sebagai penghias ataupun aksesoris dikantor.

Wanita asal Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai itu mengungkapkan, pembuatan hiasan Ramadan ini memakan waktu 2 sampai 5 hari. Tergantung jenis dan jumlah pesanan.

“Sebenarnya semua sulit, dibuat pola dulu bulan masjid, bulan bintang. Ada malnya lah nanti baru kita jadikan, nanti baru dicat. Lama proses pembuatannya,” jelas Islamiah.

3. Omzet tahun ini diakui menurun

Pernak pernik Idul Fitri di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Terkait omzet, dia mengatakan belum dapat memprediksi karena belum puncak lebaran. "Kalau sekarang dibanding tahun ini lebih banyak tahun kemaren tapi ini kan belum puncaknya. Tapi, tahun kemaren sebelum puasa udah banyak yang borong," lanjutnya.

Biasa dikatakan Islamiah, sebelum puasa dan mendekati hari H lebaran aksesoris akan diborong banyak oleh pelanggan.

Dia juga menambahkan dampak penurunan omzet dikarenakan adanya bencana yang terjadi, banjir Sumatera.

Para pelanggan yang telah membeli aksesoris ini dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Siantar, Berastagi, Sibolga, dan wilayah sekitaran Sumut.

Editorial Team