Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelaku Ekraf Simalungun Didorong Cari Pasar dengan Manfaatkan AI
Pelatihan AI untuk pelaku ekraf di Simalungun (dok.Kemen Ekraf)
  • Sekitar 100 pelaku ekonomi kreatif Simalungun mengikuti pelatihan pemanfaatan AI untuk mengembangkan ide, membuat konten promosi, dan memperluas jangkauan pasar.

  • Narasumber mendorong pelaku usaha mencari segmen baru, termasuk kerja sama dengan perusahaan dan travel, serta membangun konten konsisten yang memiliki cerita dan sudut pandang kuat.

  • Kementerian Ekonomi Kreatif menilai AI mempercepat pemasaran potensi lokal Simalungun, namun kreativitas manusia tetap diperlukan untuk memastikan informasi konten benar, bermanfaat, dan bertanggung jawab.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Simalungun, IDN Times- Pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, didorong memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat promosi dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha mengembangkan ide konten, menyusun materi pemasaran, hingga mencari pendekatan baru untuk menarik calon pembeli.

Upaya tersebut dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub bertajuk Oktober Kreasi – Creative Technology Future Talents di Balai Harungguan Bolon, Conventry Hall, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Selasa (27/10/2026). Kegiatan bertema AI for Business Development: Pemanfaatan AI untuk Konten Promosi dan Pemasaran ini diikuti sekitar 100 pelaku ekonomi kreatif.

1. Pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan usaha

Pelatihan AI untuk pelaku ekraf di Simalungun (dok.Kemen Ekraf)

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan usaha, khususnya dalam pembuatan konten promosi dan strategi pemasaran digital.

Founder Viralin, Eka Darma Putra, yang menjadi salah satu narasumber, mengingatkan pelaku usaha agar tidak terpaku pada segmen pelanggan yang selama ini menjadi sumber utama penjualan. Menurutnya, perluasan pasar dapat dimulai dengan mencari peluang kerja sama dan menjangkau kelompok konsumen yang berbeda.

Pelaku usaha di kawasan Parapat, misalnya, dapat mempertimbangkan kerja sama dengan perusahaan swasta maupun penyedia jasa perjalanan yang membawa wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Misalnya saat ini pelanggan yang banyak datang dari pemerintahan, mungkin bisa dilirik dari sektor lain seperti perusahaan. Bisa juga kerja sama dengan travel yang membawa wisatawan dari mancanegara,” ujarnya.

2. Strategi pemasaran digital tidak cukup hanya mengandalkan foto atau video produk yang menarik

Pelatihan AI untuk pelaku ekraf di Simalungun (dok.Kemen Ekraf)

Eka menilai, strategi pemasaran digital tidak cukup hanya mengandalkan foto atau video produk yang menarik. Pelaku usaha juga perlu menyampaikan cerita yang kuat, memperlihatkan keunikan produk, dan memahami hal yang membuat calon konsumen tertarik untuk menonton konten hingga akhirnya melakukan pembelian.

Konsistensi dalam membuat konten juga menjadi faktor penting. Menurutnya, pelaku usaha perlu terus mencoba berbagai ide dan pendekatan promosi karena konten yang berhasil menarik perhatian audiens terkadang baru ditemukan setelah melalui banyak percobaan.

“Konten yang bagus harus terus diproduksi. Bahkan ada yang sudah membuat 50 konten belum viral, kemudian ada satu yang viral. Biasanya produk lain akan berdampak juga,” katanya.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai cara membuat konten yang berpotensi viral, Eka menekankan pentingnya menemukan sudut pandang atau angle yang tepat. Konten promosi perlu memiliki cerita yang membedakan suatu produk dari produk sejenis, bukan sekadar mengandalkan teknologi untuk menghasilkan materi pemasaran.

AI dapat membantu mempercepat pencarian ide dan proses produksi konten. Namun, hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh kreativitas, strategi, serta kemampuan pelaku usaha dalam memahami karakter produk dan target audiensnya.

“Pertama harus cari angle, jadi kita harus mengikat ceritanya. Walaupun prompt-nya di AI sama, hasilnya sudah pasti berbeda,” ucapnya.

3. AI bantu promosi, kreativitas manusia tetap jadi yang utama

Kegiatan Aktivasi Creive Hub yang melatih pelaku ekraf manfaatkan AI untuk perluas pasar (dok.Kementerian Ekraf)

Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi, Direktorat Kreativitas Teknologi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Hario Bismo Kuntarto, mengatakan AI dapat dimanfaatkan untuk membuat proses pemasaran lebih efisien sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan materi promosi sesuai kebutuhan pasar.

Menurutnya, Simalungun memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas, mulai dari kuliner dan produk lokal hingga budaya serta destinasi wisata. Pengemasan informasi melalui konten digital yang kreatif dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada calon konsumen.

Meski demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan keterlibatan manusia, terutama untuk memeriksa kebenaran informasi dan memastikan konten yang dipublikasikan tidak menyesatkan.

“AI dapat membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi manusialah yang harus memastikan bahwa pekerjaan itu benar, bermanfaat, dan bertanggung jawab,” katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Dian Pratiwi, menyambut kegiatan tersebut sebagai kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenal pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan bisnis.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari, baik untuk menghasilkan konten promosi, mengembangkan ide produk, maupun mendukung peningkatan penjualan.

“Sekarang zaman sudah canggih. AI membuat orang lebih cepat berpikir dan mengerjakan hal-hal manual. Penyampaiannya juga bisa lebih luas, termasuk dalam pemasaran,” ujar Dian.

Editorial Team

Related Article