Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Murid SD di Medan Bikin Buku Antologi Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari
Para siswa UPT SDN 068008 Medan (Dok. UPT SDN 068008 Medan)
  • UPT SDN 068008 Medan meluncurkan antologi murid berjudul "Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari" setelah upacara bendera, disaksikan siswa kelas 1–6 dan guru.
  • Buku karya Mahniar Sinaga bersama "Generasi Emas Bangsa" memuat refleksi pengalaman pendidikan iklim, mengajak murid memahami isu lingkungan dan menerapkan kepedulian dalam keseharian.
  • Murid Gilang Pradipta menyerahkan sampul buku kepada Kepala UPT Tukiman sebagai simbol penghargaan karya siswa dan dorongan meningkatkan budaya berkarya serta membaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (27/7/2026)

UPT SDN 068008 Medan meluncurkan buku antologi karya murid berjudul Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari usai upacara bendera. Peluncuran di halaman sekolah disaksikan siswa kelas 1–6 dan para guru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    UPT SDN 068008 Medan meluncurkan buku antologi karya murid berjudul Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari, berisi refleksi pengalaman belajar pendidikan iklim dan kepedulian lingkungan.
  • Who?
    Murid kelas 1 hingga 6, guru UPT SDN 068008 Medan, Mahniar Sinaga bersama “Generasi Emas Bangsa”, Gilang Pradipta, serta Kepala UPT SDN 068008 Medan Tukiman terlibat dalam kegiatan.
  • Where?
    Peluncuran berlangsung di halaman UPT SDN 068008 Medan, Kota Medan.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan setelah upacara bendera pada Senin, 27 Juli 2026.
  • Why?
    Buku diterbitkan untuk mendokumentasikan refleksi murid tentang pendidikan iklim, mendorong kepedulian lingkungan, serta menumbuhkan keberanian berkarya dan budaya membaca di sekolah maupun rumah.
  • How?
    Buku diluncurkan di hadapan seluruh siswa dan guru. Gilang Pradipta menyerahkan sampul buku kepada Tukiman sebagai simbol penghargaan sekolah terhadap karya murid.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak-anak SDN 068008 Medan membuat buku bernama Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari. Buku itu berisi cerita mereka saat belajar tentang iklim dan menjaga lingkungan. Gilang memberi sampul buku kepada kepala sekolah, Pak Tukiman. Semua murid dan guru melihat peluncurannya. Sekarang buku itu bisa dibaca dan mengajak anak-anak menjaga bumi setiap hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peluncuran antologi karya murid di UPT SDN 068008 Medan memperlihatkan ruang belajar yang menghargai suara anak-anak sekaligus menghubungkan literasi dengan kepedulian lingkungan. Refleksi mereka tentang pendidikan iklim tidak berhenti di kelas, melainkan hadir sebagai karya yang dapat dibaca dan menjadi pemantik keberanian berkarya bagi murid lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Semangat menjaga lingkungan dan menumbuhkan budaya literasi mendapat ruang istimewa di UPT SDN 068008 Medan. Usai pelaksanaan upacara bendera pada Senin (27/7/2026), sekolah tersebut resmi meluncurkan buku antologi karya murid berjudul Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari.

Peluncuran berlangsung di halaman sekolah dan disaksikan oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 bersama para guru.

1. Buku ini berisi refleksi murid tentang pengalaman belajar pendidikan iklim

Para siswa UPT SDN 068008 Medan (Dok. UPT SDN 068008 Medan)

Buku ini merupakan hasil tulisan Mahniar Sinaga bersama "Generasi Emas Bangsa", yang berisi refleksi murid tentang pengalaman belajar pendidikan iklim.

Melalui antologi tersebut, siswa tidak hanya diajak memahami persoalan lingkungan, tetapi juga merefleksikan apa yang telah dipelajari dan bagaimana kepedulian terhadap bumi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Simbol penghargaan untuk karya murid

Para siswa UPT SDN 068008 Medan (Dok. UPT SDN 068008 Medan)

Momen peluncuran semakin bermakna ketika salah seorang murid, Gilang Pradipta, menyerahkan sampul buku secara langsung kepada Kepala UPT SDN 068008 Medan, Tukiman.

Penyerahan tersebut menjadi simbol bahwa karya murid memiliki tempat dan mendapatkan penghargaan di lingkungan sekolah.

Kepala UPT SDN 068008 Medan, Tukiman, menyambut baik terbitnya buku antologi tersebut. Ia berharap buku ini dapat menjadi pemantik bagi murid lain untuk berani berkarya.

"Semoga buku ini mampu menjadi pemantik bagi murid lainnya dalam berkarya dan meningkatkan budaya membaca di sekolah dan di rumah," ujar Tukiman.

3. Bukti belajar bertransformasi menjadi karya

Para siswa UPT SDN 068008 Medan (Dok. UPT SDN 068008 Medan)

Lebih dari sekadar buku, Menjaga Bumi Tak Hanya Sehari menjadi bukti bahwa proses belajar dapat bertransformasi menjadi karya tulis yang dapat dibaca, dipublikasikan, dan menginspirasi orang lain.

Refleksi murid tentang isu iklim yang terdokumentasi dalam antologi ini juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan mereka.

Peluncuran buku tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu. Kepedulian terhadap lingkungan perlu tumbuh menjadi kebiasaan, dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan anak-anak di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.

Dari halaman sekolah, karya anak-anak UPT SDN 068008 Medan membawa pesan sederhana: bumi perlu dijaga setiap hari, dan suara anak-anak tentang masa depan bumi layak untuk didengar.

Editorial Team

Related Article