Misi Kemanusiaan Mahasiswa FIP Unimed, Mengabdi Sebulan di Lokasi Bencana

Medan, IDN Times - Selalu ada cara dalam memberdayakan mahasiswa melalui program yang terjun langsung ke masyarakat. Bukan hanya lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN), kali ini melalui Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana Kemendiktisaintek 2026.
Program ini menggunakan pendekatan yang komprehensif lagi humanis. Mahasiswa yang dilibatkan pun diwajibkan memberikan kontribusi yang nyata kepada penyintas banjir bandang di Sumatra. Contohnya apa yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed). Puluhan mahasiswa dikirim langsung ke lokasi yang diterjang bencana Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
1. Puluhan mahasiswa FIP Unimed mengabdi selama sebulan di lokasi terdampak bencana Langkat

Wakil Dekan III FIP Unimed secara resmi melepas keberangkatan mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Mereka pergi ke Langkat dalam misi melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pasca Bencana Kemendiktisaintek Tahun 2026.
"Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana. Di mana ini menjadi bagian dari implementasi semangat Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek 2026," kata Wakil Dekan III FIP Unimed, Dr. Elvi Mailani, Jumat (27/2/2026).
Sebanyak 50 mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat diterjunkan untuk membantu proses pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Kampung Darussalam, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Di tempat inilah nantinya 50 mahasiswa itu melakukan pengabdian.
"Program akan dilaksanakan selama satu bulan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, serta pemulihan sosial," lanjutnya.
2. Mahasiswa akan melakukan pemanfaatan panel surya untuk penerangan dan sumber listrik alternatif

Selama berada di lokasi, mahasiswa akan didampingi dosen yang juga bertindak sebagai ketua kelompok. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif, berbaur dengan masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan.
"Keterlibatan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak merupakan wujud komitmen kampus untuk terlibat langsung dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana. Ia menyebut pemulihan ekonomi pasca bencana menjadi program utama yang dijalankan tim," kata Dosen sekaligus Ketua Pembimbing tim Unimed, Mahfuzi Irwan.
Misi kelompok yang dipimpin Mahfuzi Irwan di antaranya ialah pemanfaatan panel surya untuk penerangan dan sumber listrik alternatif, pengembangan sistem hidroponik, layanan konseling, serta program pendampingan lainnya.
"Program tersebut diharapkan menjadi bekal pengetahuan bagi masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan serta mendorong kemandirian ekonomi warga," rinci Mahfuzi.
3. Mahasiswa diharapkan beri perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat penyintas banjir

Bukan hanya itu, mahasiswa juga memberikan perhatian pada penguatan usaha masyarakat yang telah ada di desa. Mereka akan mendampingi warga dalam mengembangkan ide kreatif dan mendorong lahirnya inovasi produk baru yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
"Sebelum diberangkatkan, mahasiswa telah mengikuti pembekalan materi yang relevan dengan kondisi wilayah terdampak bencana. Pembekalan meliputi penanganan pasca bencana, etika berinteraksi dengan masyarakat, mitigasi risiko lapangan, serta perencanaan program berbasis kebutuhan lokal," beber Mahfuzi.
Fokus kegiatan diarahkan pada sektor strategis seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, kesehatan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
"Kehadiran mahasiswa Unimed diharapkan mampu memberikan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa dalam mendukung pembangunan dan ketahanan ekonomi lokal," pungkasnya.


















