Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lubang di Kaca Rumah Dinas Wabup Deli Serdang Bukan karena Peluru
Kaca jendela kamar rumah dinas Waki Bupati Deliserdang Lom-lom Suwondo diduga ditembak. (Dok: istimewa)
  • Hasil Labfor Polda Sumut memastikan lubang di kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang bukan akibat tembakan senjata api, melainkan kerusakan dari benturan benda lain.
  • Penyelidikan polisi mengarah pada dugaan bahwa kaca pecah karena batu kerikil yang terpental saat proses pembersihan rumput di sekitar rumah dinas.
  • Sebelumnya, Wakil Bupati Lomlom Suwondo sempat menduga rumahnya ditembak orang tak dikenal dan melapor ke polisi, namun hasil forensik membantah adanya unsur penembakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dugaan penembakan terhadap rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatra Utara Lomlom Suwondo, akhirnya menemui titik terang. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara menyimpulkan kerusakan kaca kamar tidak disebabkan oleh tembakan senjata api.

Polisi menyebut lubang pada kaca tidak menunjukkan ciri-ciri akibat benturan anak peluru. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerusakan diduga terjadi karena benda lain yang terpental.

Kapolresta DeliserdangKombes Pol Hendria Lesmana mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Bidang Labfor Polda Sumut setelah muncul dugaan kaca rumah wakil bupati terkena tembakan orang tidak dikenal (OTK).

1. Labfor pastikan tidak ada bekas gesekan peluru di kaca

ilustrasi penyelidikan (IDN Times/Aditya Pratama)

Hendria menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dengan melihat bentuk lubang serta karakteristik kerusakan pada kaca. Dari hasil analisis, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada benturan akibat proyektil senjata api.

"Lubang dalam kaca tidak disebabkan oleh anak peluru berjaket atau tidak dari senjata api, jadi bukan karena faktor anak peluru," ujar Hendria dalam keterangan persnya, Rabu (22/7/2026).

Hal tersebut juga diperkuat oleh Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian. Ia mengatakan, pengujian terhadap pecahan kaca tidak menemukan adanya gesekan yang biasanya muncul akibat hantaman peluru.

"Pecahan ini terjadi bukan karena tekanan yang sangat kuat, sehingga yang menekan itu sampai menembus ke dalam. Lalu tidak ada gesekan anak peluru. Kesimpulan kita bukan anak peluru," ungkap Roy.

2. Kaca diduga pecah akibat batu kerikil saat pembersihan rumput

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/ Arif)

Menurut Hendria, dugaan sementara penyebab kaca pecah berasal dari aktivitas pembersihan taman di sekitar rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.

Dari keterangan Wati, pembantu rumah tangga, dan Erwin, petugas pembersih taman, kaca diduga terkena benda yang terpental saat proses pemotongan rumput.

"Jadi pada hari Jumat itu (dua hari sebelum kejadian), saudara Erwin pembersih taman itu, melakukan pembersihan rumput di sebelahnya kamar wakil bupati Deliserdang, jadi saat pembersihan kaca, ada benda yang terpental," ujar Hendria.

Polisi menyebut benda yang terpental tersebut diduga berupa batu kerikil. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan kaca kamar tersebut mengalami kerusakan.

3. Lomlom sebelumnya mengira rumahnya ditembak OTK

Kaca jendela kamar rumah dinas Waki Bupati Deliserdang Lom-lom Suwondo diduga ditembak. (Dok: istimewa)

Sebelumnya, kaca kamar rumah dinas Wakil Bupati DeliserdangLomlom Suwondo dilaporkan mengalami kerusakan pada Minggu (14/6/2026) dini hari. Saat itu, Lomlom menduga kerusakan tersebut akibat tembakan dari orang tidak dikenal.

Lomlom kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi karena merasa ada unsur intimidasi terhadap dirinya.

"Besok pagi saya lihat, loh ternyata dari sisi luar itu (bentuk kerusakannya) bulat agak retak dan masuk dalam, sehingga saya berpikir berasumsi, sehingga saya putuskan, saya buat laporan ke polisi. Karena ini terkait tentang intimidasi dan kekerasan fisik yang mungkin mengarah ke saya," ujar Lomlom kepada awak media saat itu.

Saat itu, Lomlom menilai jika kerusakan tersebut memang akibat tembakan, maka tindakan itu dilakukan secara sengaja. Ia beralasan rumah dinas memiliki pagar tinggi sehingga kecil kemungkinan peluru nyasar masuk ke area rumah.

"Itu pagar rumah dinas saya pagarnya tingginya 2,5 meter, jadi itu tidak asumsi, tadi malam itu (kita berpikir) tidak mungkin itu peluru nyasar. Nah itu memang sasaran itu memang ditembakkan dari jarak kurang lebih 20 meter," ujarnya.

Dengan hasil pemeriksaan Labfor tersebut, polisi memastikan dugaan awal mengenai adanya penembakan tidak terbukti. Kendati demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh fakta dalam peristiwa tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article