Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klinik Medika KAI Sumut Jadi Rujukan, 3.310 Pasien Umum dan BPJS
Klinik Mediska (Dok. KAI Divre I Sumut)
  • Enam Klinik Mediska KAI Divre I Sumut melayani 8.715 kunjungan pasien selama Semester I 2026, dengan 3.310 di antaranya berasal dari masyarakat umum dan peserta BPJS.
  • Layanan kesehatan KAI bersifat inklusif, terbuka bagi pekerja internal, peserta BPJS mandiri, serta masyarakat umum, dengan 8.616 peserta BPJS telah mendaftar sebagai pengguna fasilitas FKTP.
  • Seluruh enam Klinik Mediska di Sumut telah meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan sebagai bukti pemenuhan standar mutu nasional dan komitmen peningkatan kualitas layanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Semester I 2026

PT KAI Divre I Sumut mencatat 8.715 kunjungan pasien di enam Klinik Mediska. Sebanyak 3.310 pasien berasal dari masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.

paruh pertama tahun 2026

Sebanyak 8.616 peserta BPJS Kesehatan telah mendaftarkan Klinik Mediska sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

kini

Enam Klinik Mediska di bawah Divre I Sumut telah mengantongi Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan, dan KAI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Klinik Mediska KAI Divre I Sumatra Utara melayani 8.715 kunjungan pasien selama Semester I 2026, dengan 3.310 di antaranya merupakan masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.
  • Who?
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara melalui enam Klinik Mediska, serta Manager Humas Anwar Yuli Prastyo yang memberikan keterangan resmi.
  • Where?
    Layanan kesehatan ini beroperasi di enam lokasi Klinik Mediska: Medan, Pulobrayan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, dan Pematangsiantar.
  • When?
    Pencatatan dilakukan selama Semester I tahun 2026 atau paruh pertama tahun tersebut.
  • Why?
    KAI membuka layanan kesehatan inklusif agar fasilitasnya dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh pekerja internal tetapi juga peserta BPJS dan masyarakat umum untuk memperluas akses kesehatan.
  • How?
    Layanan diberikan melalui enam klinik berakreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan dengan tenaga medis kompeten dan fasilitas memadai yang melayani rata-rata lebih dari 500 warga umum setiap bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang datang berobat ke Klinik Mediska punya KAI di Sumatra Utara. Ada enam klinik di Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, Pulobrayan, dan Pematangsiantar. Sudah ada ribuan pasien dari masyarakat dan BPJS yang berobat di sana. Kliniknya bagus dan sudah dapat nilai tinggi dari Kementerian Kesehatan. Sekarang mereka mau terus bikin pelayanannya makin baik supaya semua orang bisa sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Klinik Mediska KAI Sumut mencerminkan keberhasilan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas. Dengan enam klinik berakreditasi paripurna serta ribuan pasien umum dan peserta BPJS yang terlayani, inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata KAI dalam memperluas akses kesehatan dan menjaga standar pelayanan yang profesional di berbagai wilayah Sumatra Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara mencatat sebanyak 8.715 kunjungan pasien telah dilayani di enam Klinik Mediska selama Semester I 2026.

Dari jumlah tersebut, 38 persen atau sebanyak 3.310 pasien merupakan masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.

1. Rata-rata 500 warga umum berobat setiap bulan

Klinik Mediska (Dok. KAI Divre I Sumut)

Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tingginya angka kunjungan dari sektor non-pekerja menunjukkan Klinik Mediska semakin dipercaya masyarakat.

"Artinya, setiap bulan rata-rata ada lebih dari 500 masyarakat umum yang memanfaatkan Klinik Mediska KAI untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat pertama. Ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran kami memberikan dampak langsung dalam mempermudah akses kesehatan publik," ujar Anwar.

2. Layanan kesehatan yang dikelola KAI ini memang dirancang secara inklusif

Klinik Mediska (Dok. KAI Divre I Sumut)

Anwar menjelaskan, layanan kesehatan yang dikelola KAI ini memang dirancang secara inklusif. Fasilitas ini tidak hanya untuk pekerja dan keluarga internal KAI, tetapi juga terbuka bagi peserta BPJS mandiri maupun masyarakat umum.

Hingga paruh pertama tahun 2026, tercatat 8.616 peserta BPJS Kesehatan telah resmi mendaftarkan dan menjadikan Klinik Mediska sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP.

3. Ada 6 klinik kantongi akreditasi paripurna

Klinik Mediska (Dok. KAI Divre I Sumut)

Saat ini KAI Divre I Sumut mengelola enam titik layanan kesehatan strategis. Lokasinya ada di Klinik Mediska Medan, Pulobrayan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, dan Pematangsiantar.

Untuk menjamin mutu, seluruh fasilitas kesehatan tersebut telah mengantongi Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan.

"Status Akreditasi Paripurna ini menjadi jaminan bahwa seluruh Klinik Mediska di bawah naungan Divre I Sumut telah memenuhi standar mutu pelayanan kesehatan nasional, didukung oleh tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai," tambah Anwar.

Ke depan, KAI Divre I Sumut berkomitmen terus melakukan standardisasi dan peningkatan kualitas pelayanan.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar Klinik Mediska tetap menjadi pilihan utama, baik bagi pekerja, keluarga pekerja, peserta BPJS, maupun masyarakat luas yang membutuhkan layanan kesehatan yang prima," pungkas Anwar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article