Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Keracunan 2 Sekolah Dairi, Hasil Sampel MBG Ditemukan Bakteri
Ilustrasi orang yang sedang keracunan makanan (freepik.com/jcomp)
  • Dinas Kesehatan Sumut mengonfirmasi hasil laboratorium menunjukkan adanya mikrobiologi pada sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dua sekolah di Kabupaten Dairi.
  • Sampel MBG dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang terbukti mengandung mikrobiologi yang diduga menyebabkan keracunan massal siswa.
  • Total 280 siswa dari dua sekolah tersebut mengalami keracunan, dan Dinkes Dairi diminta menindaklanjuti temuan dengan koordinasi lintas sektor terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dua sekolah di Kabupaten Dairi menunjukkan adanya kandungan mikrobiologi yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan siswa.
  • Who?
    Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Hamid Rijal, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi dan pihak sekolah SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, tepatnya di SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang.
  • When?
    Kejadian keracunan terjadi pada Senin 9 Februari 2026 dan Selasa 10 Februari 2026, sementara hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan setelahnya oleh Dinas Kesehatan Sumatera Utara.
  • Why?
    Ditemukannya mikrobiologi dalam sampel makanan MBG diduga menjadi penyebab utama keracunan yang dialami total 280 siswa dari dua sekolah tersebut.
  • How?
    Sampel makanan MBG dari kedua sekolah diperiksa oleh Laboratorium Kesehatan Daerah. Hasilnya diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi untuk ditindaklanj
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Faisal Hasrimy melalui, Sekretaris Dinas Kesehatan Hamid Rijal mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan siswa di Kabupaten Dairi.

"Terkait hasil sampel MBG yang telah di peroleh ditemukan adanya mikroba, berdasarkan surat Laboratorium Kesehatan Daerah yang melakukan pemeriksaan,” ujar Faisal.

1. Sampel MBG berasal dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang

Ilustrasi seseorang yang merebus singkong dengan matang, agar tidak terjadi keracunan. (pexels.com/@yankrukov)

Mikrobiologi tersebut, dikatakan Hamid, ditemukan di kedua sampel MBG yang berasal dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang yang membuat ratusan siswa-siswi keracunan.

"Jadi hasil (laboratorium) ini sudah kita sampaikan bahwa memang ada beberapa temuan dari menu (MBG) yang di uji dan detailnya pun sudah kita sampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi,” jelasnya. 

2. Dinkes Kabupaten Dairi diminta untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut

Air kelapa untuk gejala keracunan (freepik.com/freepik)

Hamid juga mengatakan bahwa, Dinas Kesehatan Sumut telah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi untuk dilakukan langkah-langkah lebih lanjut berdasarkan hasil temuan itu.

“Kita harapkan untuk mengambil langkah lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan pengelola SPPG, Badan Gizi Nasional, Sekolah, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya,” tuturnya.

Koordinasi tersebut didorong agar nanti melakukan advokasi terkait dengan hasil laboratorium yang sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi kepada seluruh lintas sektor.

3. Dari 2 sekolah ini ada 280 siswa yang terkena racun

ilustrasi keracunan makanan (pexels.com/kaboompics)

Sebelumnya, menu MBG yang dikonsumsi siswa-siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang pada, Senin (9/2/2026) lalu yang berisi omprengan: nasi, ayam gulai, tahu goreng, pisang, timun, selada dan total ada 170 siswa keracunan.

Sedangkan menu MBG untuk siswa-siswi SMK Arina Sidikalang yang diberikan pada Selasa (10/2/2026) berisi: nasi, ikan goreng, sayur toge, tempe goreng, dan buah salak. Dari pembagian menu MBG ini berjumlah 110 siswa yang terkena racun.

Artinya, jika ditotalkan dari 2 sekolah ini ada 280 siswa yang terkena racun berdasarkan hasil sampel yang dilakukan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumut.

Editorial Team