Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Nama 16 Tim yang Lolos Jadi Peserta Liga Debat Mahasiswa 2026
Liga Debat Mahasiswa 2026 (Desain: Marda Shakti)
  • Dari 80 tim asal 69 kampus, hanya 16 tim terpilih yang lolos menjadi peserta Liga Debat Mahasiswa 2026 setelah melalui seleksi makalah dengan nilai sangat kompetitif.
  • Ketua panitia Arifin Al Alamudi menilai seluruh makalah menunjukkan wawasan luas dan pemikiran kritis Gen Z terhadap industri kreatif serta peran pemerintah di sektor tersebut.
  • Keenam belas tim yang lolos dijadwalkan mengikuti Technical Meeting pada 22 Juli 2026 dan memulai babak penyisihan pada 24 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah melalui penilaian makalah dari 80 tim berasal dari 69 kampus, akhirnya panitia Liga Debat Mahasiswa 2026 IDN Times akan mengumumkan nama 16 kampus yang dinyatakan lolos sebagai peserta.

Ketua Panitia Liga Debat Mahasiswa 2026, Arifin Al Alamudi, mengatakan dengan mengusung tema "Industri Kreatif dan Masa Depan Gen Z" makalah dari para calon peserta semuanya berkualitas dan menunjukkan wawasan yang sangat luas. Sehingga nilai para peserta sangat kompetitif.

"Tema-tema makalah yang dipilih para calon peserta juga sangat beragam. Menunjukkan wawasan Gen Z terkait industri kreatif sangat luas, selain itu kritis dalam menilai peran pemerintah di dunia industri kreatif. Selamat buat para 16 tim yang lolos jadi peserta Liga Debat Mahasiswa 2026, yang belum lolos bukan berarti tidak bagus makalahnya. Jangan menyerah untuk mencoba lagi di Liga Debat berikutnya," ujarnya Arifin.

Kepada 16 peserta yang lolos selanjutkan akan mengikuti Technical Meeting pada, Rabu (22/7/2026) pukul 16.00 WIB. Selanjutnya babak penyisihan akan dimulai pada 24 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.

Berikut Nama Kampus dan Judul Makalah yang lolos menjadi peserta Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026:

1. Universitas Hasanuddin
(Judul makalah: Akurasi Narasi "Harapan Baru" di Tengah Realita Ekonomi Digital Melalui Analisis Fenomena Karier Gen-Z di Era Digital)

2. Universitas Gadjah Mada
(Harga Kreativitas dalam Belenggu Neoliberalisasi: Menakar Peran Pemerintah dan Swasta dalam Industri Kreatif)

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(CREATORS (Creator Rights and Revenue Protection System): Inovasi Sistem Perlindungan Hak Cipta Digital untuk Mengurangi Praktik Pengunggahan Ulang Konten Tanpa Izin di Media Sosial)

4. Universitas Udayana
(PRAKARSA (PLATFORM AKSELERASI KREATIF ARUS SWASTA): INOVASI MATCHMAKING DIGITAL SEBAGAI WADAH KOLABORASI INDUSTRI KREATIF DAN OPTIMALISASI DANA CSR PERUSAHAAN)

5. Universitas Padjadjaran
(PIRAMIDA TERBALIK: RISK-SHIFTING DAN PREKARITAS STRUKTURAL PEKERJA KREATIF DI BAWAH RETORIKA DUKUNGAN NEGARA DAN SWASTA)

6. Institut Teknologi Bandung
(GASPOL Musik: Gerakan Akselerasi Sinergi Pemerintah-Swasta demi Optimalisasi Laju dan Harmonisasi Industri Musik Generasi Z)

7. Universitas Negeri Semarang
(SIKREATIF (Sekolah Inovasi Kreatif Indonesia): Transformasi Industri Kreatif dari Sekadar Batu Loncatan menjadi Ekosistem Karier Berkelanjutan bagi Generasi Z)

8. Universitas Slamet Riyadi
(Mengatasi Paradoks Digital Blanket License: Implementasi DIARY (Digital Incentive & Automated Royalty Yield-system) sebagai Instrumen Rekonstruksi Performing Rights)

9. Universitas Indonesia
(Fleksibilitas Tanpa Kepastian: Industri Kreatif Indonesia antara Harapan dan Batu Loncatan Karier Generasi Z)

10. IPB University
(Menakar Peran Pemerintah dan Swasta dalam Mendukung Industri Kreatif Indonesia: Analisis Kesesuaian Dukungan terhadap Kebutuhan Setiap Subsektor)

11. PKN STAN
(PELINDUNG YANG BELUM MELINDUNGI: REKONSTRUKSI HAK CIPTA SEBAGAI INSTRUMEN JAMINAN SOSIAL-EKONOMI BAGI PEKERJA KREATIF GENERASI Z DI TENGAH DISRUPSI KECERDASAN BUATAN GENERATIF)

12. UNIVERSITAS NEGERI PADANG
(Kebangkitan Ekonomi Kreatif atau Survival Economy? Analisis Necessity Entrepreneurship pada Generasi Z Indonesia)

13. Universitas Tadulako
(CREST (Creator Responsibility, Ethic, Supervision, and Transparency): Model Tata Kelola Profesi Kreator Digital Berbasis Risiko sebagai Strategi Kolaboratif Pemerintah dan Swasta dalam Membangun Industri Kreatif Indonesia)

14. Universitas Pendidikan Indonesia
(CREATE-ID: Model Collaborative Governance Berbasis Pentahelix untuk Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Mendukung Industri Kreatif Generasi Z)

15. Universitas Islam Indonesia
(Dari Kuantitas ke Kualitas: Urgensi Regulasi dan Sertifikasi bagi Freelance Content Creator sebagai Solusi Titik Buta Hukum dan Penataan Industri Kreatif Indonesia)

16. Universitas Jember
(MODEL KOLABORASI PEMERINTAH DAN SEKTOR SWASTA DALAM PENDANAAN STARTUP BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA: STUDI KOMPARATIF EKOSISTEM PENDANAAN AI CHINA)

Curated For You

Editorial Team

Related Article