Medan, IDN Times- Minimnya ruang promosi bagi musisi independen di Kota Medan mendorong lahirnya sebuah wadah baru bernama In Release, sebuah konsep pertunjukan musik yang tak hanya menghadirkan penampilan band, tetapi juga mengangkat cerita di balik karya yang mereka ciptakan.
Inisiatif ini digagas oleh tiga pegiat musik Medan, yakni pendiri Cuma Ngegigs Tri Harma, pendiri media gaya hidup dan musik Anamatope Atta, serta wartawan hiburan Harian Analisa, Yogi. Ketiganya berkolaborasi menghadirkan ruang apresiasi yang diharapkan mampu memperluas jangkauan karya musisi lokal kepada publik.
Didukung oleh live space Serayu Kopi, In Release mengusung konsep berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya. Selain menyaksikan penampilan band, penonton juga diajak mengenal lebih dekat perjalanan karier hingga proses kreatif para musisi melalui sesi wawancara langsung di atas panggung.
