Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
H-2 Lebaran, Harga Sembako di Pasar Tradisional Medan Masih Stabil
Suasana para pedagang menujual cabai merah di pasar Deli Serdang (Dok. Istimewa)
  • Menjelang Idul Fitri 1447 H, harga kebutuhan pokok di Medan relatif stabil meski permintaan meningkat dua kali lipat, terutama untuk telur, daging sapi, ayam, cabai, dan bawang.
  • Penurunan tajam harga cabai merah terjadi karena pasokan melimpah, sementara stabilitas harga pangan didukung oleh program Gerakan Pangan Murah yang digerakkan pemerintah.
  • Pengamat ekonomi memproyeksikan puncak belanja masyarakat terjadi pada Kamis sebelum Idul Fitri, dengan imbauan agar warga tidak berbelanja berlebihan saat lebaran karena potensi lonjakan harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
19 Maret 2026

Harga kebutuhan pokok di Medan terpantau stabil menjelang Idul Fitri 1447 H. Permintaan masyarakat meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari normal, terutama untuk telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, dan bawang.

20 Maret 2026

Sebagian masyarakat diperkirakan merayakan Idul Fitri. Aktivitas belanja masyarakat diproyeksikan lebih rendah dibanding Kamis sebelumnya karena banyak pedagang akan menutup lapak pada hari lebaran hingga H+2 Idul Fitri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Medan menjelang Idul Fitri 1447 H terpantau stabil, dengan beberapa komoditas mengalami kenaikan permintaan dan sedikit perubahan harga.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin memberikan penjelasan mengenai kondisi harga dan permintaan pangan, sementara pemerintah menjalankan Gerakan Pangan Murah untuk menjaga kestabilan harga.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, yang menjadi pusat aktivitas perdagangan menjelang Idul Fitri.
  • When?
    Pantauan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026, sehari sebelum perayaan Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
  • Why?
    Kenaikan permintaan terjadi karena masyarakat melakukan pembelian besar-besaran menjelang hari raya, sementara pasokan yang cukup membantu menahan lonjakan harga secara signifikan.
  • How?
    Pemerintah menekan potensi kenaikan harga melalui Gerakan Pangan Murah untuk daging sapi dan ayam, serta pengawasan distribusi sehingga pasokan tetap mencukupi kebutuhan pasar lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Medan lagi banyak belanja karena mau Lebaran besok. Katanya harga-harga masih aman, cuma ada yang naik sedikit. Telur, daging, dan bawang banyak dibeli. Cabai malah turun harganya karena stoknya banyak. Pemerintah bantu biar harga gak naik tinggi. Nanti pas Lebaran, toko-toko banyak yang tutup sebentar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Menjelang Idul Fitri, kondisi pasar di Medan menunjukkan kestabilan yang patut diapresiasi. Meskipun permintaan meningkat tajam hingga dua kali lipat, harga sebagian besar kebutuhan pokok tetap terkendali, bahkan beberapa komoditas seperti cabai merah justru turun signifikan. Hal ini mencerminkan efektivitas upaya pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan menekan potensi gejolak harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sumut khususnya kota Medan masih sangat terkendali, terhitung pada Kamis (19/3/2026) dan harga puncak belanja masyarakat diproyeksikan terjadi pada hari ini.

Sebab, sebagian masyarakat jadwal akan merayakan Idul Fitri diprediksi pada hari Jumat (20/3/2026). Sebagian besar harga kebutuhan pangan masyarakat masih terkendali.

1. Beberapa komoditas yang alami kenaikan permintaan tertinggi adalah telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, hingga bawang

Pedagang cabai di pasar tradisional Deli Serdang (Dok. Istimewa)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menjelaskan pada hari ini demand atau permintaan naik hingga bisa mencapai 2 kali lipat lebih dibanding hari normal.

Diketahui, beberapa komoditas yang alami kenaikan permintaan tertinggi adalah telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, hingga bawang.

Harga daging ayam terpantau stabil dalam rentang Rp40 hingga Rp44 ribu per Kg, daging sapi terpantau stabil cenderung naik dalam rentang Rp135 hingga Rp145 ribu per Kg dibandingkan sehari sebelumnya Rp130 hingga Rp145 ribu per Kg.

Sementara untuk harga bawang merah naik dari sekitar Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu per Kg, untuk bawang putih naik dari kisaran Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per Kg. Namun, terjadi penurunan yang sangat tajam pada komoditas cabai merah yang menyentuh Rp25 ribu per Kg dari posisi sebelumnya Rp32 ribu per Kg.

2. Penurunan tajam cabai merah pada hari ini tidak terlepas dari kenaikan persediaan

Cabai merah di pasar tradisional Kota Medan menurun (Dok. Istimewa)

Menurut Gunawan, penurunan tajam cabai merah pada hari ini tidak terlepas dari kenaikan persediaan yang mampu melampaui potensi permintaan jelang Idul Fitri.

"Secara keseluruhan harga yang terbentuk sejauh ini masih terpantau stabil. Dan realisasi harganya masih lebih rendah dibandingkan dengan harga menjelang Ramadhan kemarin. Ini menunjukan bahwa potensi kenaikan harga mampu diredam. Dimana memang ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya meredam gejolak harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk komoditas daging sapi dan daging ayam," ungkapnya.

3. Menjelang idul fitri demand selalu lebih tinggi dibandingkan hari besar manapun dalam satu tahun kalender

Suasana para pedagang menujual cabai merah di pasar Deli Serdang (Dok. Istimewa)

Pada dasarnya saat menjelang idul fitri demand selalu lebih tinggi dibandingkan hari besar manapun dalam satu tahun kalender, dan pada perdagangan hari Jumat, belanja masyarakat diproyeksikan akan lebih rendah dibandingkan dengan belanja masyarakat pada kamis ini.

"Dan pada hari lebaran hingga H+2 idul fitri, akan ada banyak pedagang yang menutup lapaknya. Disarankan masyarakat untuk tidak banyak berbelanja di hari tersebut. Karena ada ketidakseimbangan pasar yang kerap membuat harga komoditas yang dijual naik diluar nalar," pungkasnya.

Editorial Team