Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Transformasi Mitigasi Bencana Berbasis Data di Tapsel Perlu Diperkuat
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan XII Tahun 2026 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dokumentasi Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII)
  • Kelompok 1 PKN Tingkat II Angkatan XII melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional di BPBD Tapanuli Selatan untuk mempelajari penerapan kepemimpinan adaptif dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis data.
  • Hasil observasi menunjukkan kekuatan BPBD Tapsel pada sinergi lintas sektor dan komitmen pimpinan, namun masih perlu penguatan digitalisasi, sistem peringatan dini, serta pembaruan Kajian Risiko Bencana.
  • Kegiatan ini menghasilkan lima rekomendasi strategis termasuk pengembangan sistem informasi kebencanaan terintegrasi dan Desa Tangguh Bencana, sebagai bekal peserta memperkuat transformasi birokrasi berbasis kolaborasi dan inovasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun 2026

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 kelompok 1 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kegiatan ini mengusung subtema kepemimpinan adaptif untuk transformasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis data.

kini

Hasil visitasi diharapkan menjadi bekal bagi peserta dalam memimpin transformasi birokrasi dan memperkuat sistem penanggulangan bencana yang adaptif serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dilaksanakan untuk mendorong transformasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis data di Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026.
  • Who?
    Peserta Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang beranggotakan 12 orang, termasuk Subhan Fajri Harahap dan Andri Ridwan, dengan pendampingan Coach Dr. Drs. Surya Jaya, S.H., M.Pd.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara.
  • When?
    Kegiatan dilakukan pada tahun 2026 dalam rangkaian program Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII; waktu pelaksanaan spesifik per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Tapanuli Selatan dipilih karena memiliki karakteristik geografis kompleks dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, menjadikannya lokasi relevan untuk pembelajaran kepemimpinan adaptif dalam penanggulangan bencana berbasis data.
  • How?
    Peserta melakukan observasi lapangan, dialog dengan pimpinan daerah dan BPBD, serta analisis kondisi tata kelola kebencanaan untuk merumuskan rekomendasi strategis seperti penguatan sistem informasi, peringatan dini, dan kolaborasi multipihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Beberapa orang pintar datang ke Tapanuli Selatan buat belajar cara hadapi bencana. Mereka lihat tempat itu sering ada banjir dan gempa. Mereka ngobrol sama orang BPBD dan kumpul data supaya tahu apa yang harus diperbaiki. Sekarang mereka mau bikin sistem baru pakai data biar daerah jadi lebih siap kalau ada bencana lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional di BPBD Tapanuli Selatan menunjukkan semangat kolaboratif dan pembelajaran yang konstruktif dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis data. Melalui observasi lapangan dan dialog lintas sektor, peserta tidak hanya mengenali tantangan, tetapi juga menemukan kekuatan kelembagaan dan praktik baik yang menegaskan komitmen daerah terhadap tata kelola kebencanaan yang adaptif dan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026, kelompok 1 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Kegiatan ini diikuti Kelompok I dengan subtema “Kepemimpinan Adaptif untuk Transformasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Data guna Memperkuat Resiliensi Daerah”.

Subhan Fajri Harahap sebagai Sekretaris Kelompok 1 Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XII menjelaskan VKN merupakan bagian dari rangkaian PKN Tingkat II yang dirancang untuk menghubungkan konsep akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

"Melalui observasi lapangan, dialog bersama pimpinan daerah dan perangkat organisasi, serta pengumpulan data secara komprehensif, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan kepemimpinan adaptif, khususnya pada sektor penanggulangan bencana," katanya pada IDN Times.

1. Tapanuli Selatan jadi lokus pembelajaran

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan XII Tahun 2026 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dokumentasi Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII)

Lanjutnya, Kabupaten Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus visitasi karena memiliki karakteristik geografis yang kompleks dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi dan geologi yang relatif tinggi.

Kondisi tersebut menjadikan daerah ini sebagai laboratorium pembelajaran yang relevan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan mampu membangun sistem mitigasi, kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana secara berkelanjutan.

"Selama visitasi, peserta melakukan identifikasi terhadap kondisi penyelenggaraan penanggulangan bencana, menganalisis tantangan yang dihadapi BPBD Tapanuli Selatan, menggali praktik baik best practices, sekaligus mengidentifikasi keunggulan kompetitif organisasi," jelas Subhan.

Hasil identifikasi menunjukkan BPBD Tapanuli Selatan memiliki sejumlah kekuatan. Antara lain kelembagaan yang telah terbentuk, komitmen pimpinan dalam penguatan mitigasi, keberadaan posko strategis, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta komunikasi dan kolaborasi yang efektif.

Di sisi lain, transformasi digital, pemutakhiran Kajian Risiko Bencana (KRB), penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi kolaborasi Pentahelix masih menjadi agenda strategis yang perlu terus diperkuat.

2. Tantangan tata kelola dan rekomendasi strategis

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan XII Tahun 2026 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dokumentasi Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII)

Dalam proses pembelajaran, Subhan menejlaskan bahwa peserta menemukan tantangan penyelenggaraan penanggulangan bencana tidak hanya berkaitan dengan faktor geografis. Aspek tata kelola juga menjadi sorotan, seperti belum terintegrasinya sistem informasi kebencanaan, keterbatasan sumber daya manusia, dokumen Kajian Risiko Bencana yang belum mutakhir, keterbatasan dukungan anggaran, serta perlunya penguatan koordinasi multipihak.

"Berbagai tantangan tersebut memerlukan kepemimpinan yang mampu beradaptasi, membangun kolaborasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akuntabel. Berdasarkan hasil observasi dan analisis, Kelompok I merumuskan lima arah kebijakan strategis sebagai rekomendasi penguatan tata kelola kebencanaan," ungkapnya.

Dia menyebutkan pertama, pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan Terintegrasi (SIKAT). Kedua, pembaruan Kajian Risiko Bencana secara berkala. Ketiga, penguatan Early Warning System. Keempat, pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Kelima, optimalisasi kolaborasi Pentahelix sebagai fondasi pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana.

“Lebih dari sekadar kegiatan akademik, VKN menjadi ruang pembelajaran strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan peserta dalam merumuskan solusi atas persoalan publik melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis bukti,” demikian disampaikan peserta.

3. Diharapkan menjadi bekal penting bagi para peserta dalam memimpin transformasi birokrasi di instansi

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan XII Tahun 2026 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. (Dokumentasi Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII)

Lewat kegiatan ini, pengalaman empiris yang diperoleh selama visitasi diharapkan menjadi bekal penting bagi para peserta dalam memimpin transformasi birokrasi di instansi masing-masing serta mendorong lahirnya inovasi kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan VKN ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

"Dengan penguatan kepemimpinan strategis yang berorientasi pada data, kolaborasi, dan inovasi, diharapkan tercipta daerah yang semakin tangguh dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article