Dari Apartemen di Medan, Judi Online Ini Menyasar Korban Lewat Medsos

Medan, IDN Times - Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara membongkar praktik judi online jaringan Kamboja yang dioperasikan secara terstruktur dari sebuah apartemen di Kota Medan. Para pelaku memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook untuk menjaring pemain secara luas.
Polisi menggerebek markas judol yang berada di Apartemen Royal Condominium, Jalan Palang Merah, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Senin (16/3/2026). Dari pengungkapan kasus judol tersebut, petugas kepolisian menangkap 19 orang tersangka.
Dari kamar bernomor 705, polisi menangkap delapan tersangka, yakni TR alias Rama, NU alias Tasya, AA alias Anggi, LAP alias Lisa, RH alias Rika, MI alias Arif, TL alias Tom dan RS alias Reza.
Sedangkan, dari kamar 601, dilakukan penindakan pada Selasa (17/3/2026) dinihari. Polisi mnangkap 10 tersangka masing-masing berinisial AT alias Yota, RDS alias Dani, DS alias Dela, RA alias Reva, BA alias Bintang, DL alias Dara, lD alias Leo, RA alias Zein, MB alias Aryo dan M alias Jack. Seorang tersangka lain ditangkap di kamar 1005 berinisial BH alias Tony. Pengungkapan ini disampaikan oleh Dirresiber Polda Sumut Kombes Pol Bayu Wicaksono dalam konferensi pers di Polda Sumut, Kamis (26/3/2026).
1. Para pelaku melakukan promosi masif dan sistem kerja terstruktur

Bayu mengungkapkan bahwa pola operasional di dua lokasi kejadian memiliki kesamaan, yakni membentuk tim dengan peran berbeda. Setiap anggota bertugas menjalankan fungsi tertentu, mulai dari promosi hingga komunikasi dengan calon pemain.
“Para pelaku ini memiliki tim. Mereka mempromosikan permainan judi online melalui WhatsApp, Instagram, dan Facebook, kemudian melakukan blasting WhatsApp yang isinya mengajak masyarakat untuk ikut bermain atau memasang taruhan,” ujar Bayu.
2. Konten dibuat untuk menjanjikan keuntungan instan

Selain promosi langsung, para pelaku juga memproduksi berbagai iklan yang dirancang agar menarik masyarakat. Konten tersebut sengaja dikemas untuk memberikan kesan bahwa judi online dapat menghasilkan keuntungan dengan cepat dan mudah.
“Konten-konten yang dibuat ini tujuannya untuk menarik member atau pemain agar tertarik bergabung. Jadi, ada pola promosi yang terstruktur dan berulang,” katanya.
3. Alur pemain diarahkan hingga transaksi keuangan

Setelah calon pemain tertarik, pelaku akan memandu proses pendaftaran secara menyeluruh. Mulai dari registrasi akun, pengisian saldo, hingga memilih jenis permainan seperti slot, kasino, roulette, judi bola, dan togel.
“Alurnya hampir sama seperti praktik judi online pada umumnya. Mereka mempromosikan, mengarahkan registrasi, deposit, lalu pemain bermain. Kalau menang ada pengiriman dana, kalau kalah deposit langsung habis,” jelasnya.
Pemain yang sudah terdaftar juga diarahkan melakukan top up melalui rekening tertentu atau dompet digital. Skema ini memperlihatkan bahwa praktik judi online dijalankan layaknya sistem bisnis digital yang terorganisir dan menyasar masyarakat luas.














![[QUIZ] Warga Sumut! Mana Tradisi Lebaran Lawas yang Masih Kamu Lakukan?](https://image.idntimes.com/post/20260325/kenapa-minta-maaf-saat-lebaran-belum-tentu-mengubah-hubungan_840f796c-324f-4b3b-a869-d9537443adbf.jpeg)



