Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatra di Pelalawan Riau
Ilustrasi meninggal (IDN Times/Sukma)
  • Seorang bocah 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu tewas diterkam Harimau Sumatra di area camp pekerja PT Madukoro Lestari Tasik Estate, Kecamatan Pelalawan, Riau.
  • Tim BBKSDA Riau menemukan jejak harimau berukuran sekitar 16 sentimeter dengan jarak langkah 120 sentimeter di sekitar lokasi yang berjarak beberapa kilometer dari kawasan konservasi.
  • Hasil observasi menunjukkan kemunculan harimau dipicu oleh keberadaan satwa mangsa di area camp, sehingga petugas dan perusahaan mengambil langkah pencegahan serta meningkatkan keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pelalawan, IDN Times - Konflik antara manusia dengan satwa liar yang dilindungi, yakni Harimau Sumatra, kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini, seorang bocah bernama Jerlin Zalukhu menjadi korbannya.

Bocah berumur 12 tahun itu ditemukan tidak bernyawa setelah diserang alias diterkam 'si belang' di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) PT Madukoro Lestari Tasik Estate, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

"Benar, kami sudah mendapat laporannya," ucap Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono, Jumat (10/7/2026).

Dikatakannya, pihaknya mengetahui peristiwa naas itu atas laporan dari pihak perusahaan. Atas hal itu, tim mitigasi BBKSDA Provinsi Riau langsung turun ke lokasi.

1. Korban diseret dan ditemukan 10 meter dari belakang camp pekerja

Kepala BBKSDA Riau Supartono (IDN Times/ Fanny Rizano)

Setibanya di lokasi kejadian, tim mitigasi BBKSDA Provinsi Riau langsung melakukan investigasi. Dimana, hasil penyelidikan sementara korban diserang saat berada di luar kamar mandi camp pekerja.

Berdasarkan keterangan saksi, yang tak lain adalah kakak korban, saat itu korban sedang menemani sang kakak yang mencuci peralatan makan di kamar mandi camp. Tiba-tiba, seekor harimau langsung menyeret korban.

"Harimau diduga masuk melalui pagar pelindung dibagian belakang camp yang dalam kondisi rusak dan terbuka," ungkap Supartono.

Tak lama setelah diseret, korban ditemukan sekitar 10 meter dari belakang camp pekerja dengan luka serius pada bagian lehernya.

"Korban ditemukan sekitar 10 meter dari belakang camp pekerja dalam kondisi luka serius dibagian leher kanan dan kiri. Saat korban ditemukan, sudah tidak bernyawa," ucap Supartono.

2. Segini ukuran dan lebar jejak harimau, jarak langkahnya mencapai 120 cm

Ukuran jejak harimau yang ditemukan tim mitigasi BBKSDA Provinsi Riau di sekitar lokasi kejadian (IDN Times/ dok BBKSDA Riau)

Sementara itu, hasil laporan menunjukkan, tim mitigasi BBKSDA Provinsi Riau menemukan jejak Harimau Sumatra di sekitar camp pekerja. Jejak tersebut berukuran sekitar 16 sentimeter dengan lebar 15 sentimeter, serta jarak langkah mencapai sekitar 120 sentimeter.

"Tim juga sampai saat ini masih menerima laporan kemunculan harimau di sekitar lokasi kejadian," kata Supartono.

Sedangkan hasil pengukuran menunjukkan, lokasi kejadian berada sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.

3. Ini hasil observasi tim mitigasi, diduga pemicunya keberadaan satwa mangsa

potret Harimau Sumatra (commons.wikimedia.org/NasserHalaweh)

Berdasarkan hasil observasi, pengumpulan data dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim mitigasi BBKSDA Provinsi Riau dilapangan, mengindikasikan kemunculan harimau di lokasi diduga dipicu oleh keberadaan satwa mangsa yang dipelihara di area camp pekerja.

"Sebagai langkah pencegahan, petugas bersama pihak perusahaan telah mengamankan satwa mangsa tersebut agar tidak lagi menarik kedatangan harimau," terang Supartono.

Selain itu, pihak BBKSDA Provinsi Riau juga mengimbau masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatra, untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari.

Secara khusus, pihak perusahaan juga diimbau memastikan sistem pengamanan camp berfungsi dengan baik, guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan penanganan secara terukur bersama seluruh pihak terkait dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian Harimau Sumatra sebagai satwa yang dilindungi," pungkas Supartono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article