Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Kepulauan Nias
Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

MEDAN, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di Kepulauan Nias, Sumatera Utara dan sekitarnya. Tinggi gelombang diprediksi mencapai 2,5 hingga 4 meter pada Minggu (13/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026).

Prakirawan BMKG Rizki Fadhillah Pratama Putra mengatakan, peringatan dini tersebut berlaku mulai Minggu (13/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (15/9/2026) pukul 07.00 WIB.

"Tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter tersebut berpeluang terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulaun Batu dan Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias," ujar Rizki dalam keterangan tertulis BMKG, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Rizki, kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal feri.

Untuk perahu nelayan, risiko terhadap keselamatan terjadi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Adapun kapal feri berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Selain Kepulauan Nias, potensi gelombang tinggi juga diprediksi terjadi di Perairan Barat Sumatera Utara. Tinggi gelombang di wilayah tersebut diperkirakan berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

"Ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, apabila kecepatan angin pada perahu nelayan mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Risiko terhadap kapal tongkang terjadi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," ungkap Rizki.

Rizki menjelaskan, potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan. Di wilayah Indonesia bagian utara, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-20 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Masyarakat, khususnya pengguna jasa pelayaran dan nelayan, perlu mewaspadai kondisi tersebut selama periode peringatan dini BMKG. Informasi ini masih terus berkembang dan akan diperbarui sesuai perkembangan serta keterangan terbaru dari BMKG.

Curated For You

Editorial Team

Related Article