Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beginilah 7 Hal yang Akan Terjadi jika Tidak Ada Jurnalis di Dunia
Ilustrasi profesi jurnalis. (IDN Times/Arief Rahmat)

Jurnalis menjadi satu dari sekian profesi yang ada di dunia. Kenapa disebut profesi, karena jurnalis memiliki kode etik dalam melakukan pekerjaannya.

Menjadi jurnalis bukanlah hal yang mudah. Karena harus memberikan informasi berdasarkan fakta yang akurat.

Pernahkah berpikir jika dunia ini tanpa keberadaan jurnalis. Ini tujuh hal yang akan terjadi jika tidak ada jurnalis di dunia.

1. Hoaks akan merajalela

foto hanya ilustrasi (IDN Times/Irma Yudistirani)

Tanpa jurnalis, siapa yang akan memverifikasi informasi yang beredar? Hoaks dan disinformasi akan semakin sulit dibendung, membuat masyarakat bingung tentang apa yang benar dan apa yang salah.

Hidup di era disrupsi digital membuat penyebaran informasi tidak terbatas. Jika tidak ada jurnalis yang bekerja untuk menyampaikan fakta, maka masyarakat bisa terjebak dalam hoaks.

2. Kasus korupsi akan semakin meningkat karena tidak ada yang membongkar

Ilustrasi korupsi (IDN Times/Aditya Pratama)

Begitu banyak skandal yang dibongkar oleh jurnalis. Korupsi, pelanggaran HAM dan kejahatan lingkungan dibongkar berkat investigasi para jurnalis.

Tanpa jurnalis, pelaku kejahatan di tingkat tinggi akan lebih mudah menyembunyikan tindakan mereka. Transparansi akan memudar, dan pelanggaran hukum akan semakin sering terjadi tanpa pengawasan media.

3. Tidak ada yang menyuarakan kaum tertindas

Ilustrasi penganiayaan.(pixabay.com)

Jurnalis sering menjadi jembatan bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan untuk didengar suaranya. Mereka melaporkan cerita-cerita dari daerah konflik, suku-suku terasing, atau komunitas yang hidup di bawah tekanan.

Tanpa jurnalis, banyak isu penting akan tenggelam tanpa perhatian. Misalnya, isu lingkungan seperti perusakan hutan atau pencemaran air mungkin tidak pernah sampai ke telinga masyarakat luas.

4. Tidak ada demokrasi di dunia

Ilustrasi pers (IDN Times/Arief Rahmat)

Media adalah pilar keempat demokrasi. Mereka memastikan pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat.

Liputan investigasi yang membongkar kasus-kasus besar adalah salah satu cara media menjaga transparansi dalam pemerintahan. Tanpa jurnalis, masyarakat akan sulit mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pemerintahan. Tanpa kontrol sosial, otoritaniarisme akan merajalela.

5. Hilangnya catatan sejarah

Ilustrasi sejarah uang kuno (pexels.com/Dmitry Demidov)

Berita yang dibuat jurnalis tidak hanya mengabarkan hari ini, tetapi juga mencatat peristiwa penting untuk masa depan. Liputan-liputan tentang bencana alam, peristiwa politik besar, atau momen-momen bersejarah lainnya menjadi dokumentasi yang berharga.

Tanpa jurnalis, dunia akan kehilangan dokumentasi yang menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Bagaimana kita akan menceritakan pandemi COVID-19 atau konflik-konflik global tanpa adanya catatan dari media?

6. Merosotnya kesadaran publik

Ilustrasi Pers (IDN Times/Mardya Shakti)

Berbagai macam isu seperti perubahan iklim, Hak Asasi Manusia hingga kesetaraan gender bisa diketahui publik berkat kerja para jurnalis.

Tanpa kerja – kerja jurnalis, kesadaran kita akan masalah global akan jauh berkurang. Liputan mendalam yang mengupas masalah-masalah ini membantu masyarakat memahami dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, mendorong mereka untuk bertindak.

7. Dunia tanpa cerita

Ilustrasi pers ketika bekerja. (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain berita, jurnalis juga menghadirkan kisah inspiratif yang menggerakkan hati kita. Mereka membawa cerita dari penjuru dunia, dari kisah petani kecil yang melawan perubahan iklim hingga individu yang menciptakan perubahan di komunitasnya.

Tanpa jurnalis, dunia akan kehilangan cerita-cerita yang menghubungkan kita sebagai manusia, dan kita akan kehilangan rasa empati terhadap sesama.

Editorial Team

Related Article