Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir Kembali Melanda Tapanuli Tengah, 37 Warga Dievakuasi
Petugas BPBD melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Tapanuli Tengah, Minggu (13/9/2026). (Dok: BPBD Sumut)
  • Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu (13/9/2026).
  • Sebanyak 37 warga dari 15 kepala keluarga di Kelurahan Sipange dievakuasi ke Gereja HKBP Sipange.
  • Debit Sungai Lopian dan Sarudik meningkat, sementara BPBD tetap menyiagakan personel saat air mulai surut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (13/9/2026)

Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

pukul 15.30 WIB

BPBD Tapteng mencatat hujan deras mulai terjadi.

pukul 15.41 WIB

Hujan deras di Kecamatan Sarudik dilaporkan mulai terjadi.

pukul 15.43 WIB

Ketinggian air di Kelurahan Sipange mencapai lutut orang dewasa.

pukul 15.45–15.50 WIB

Debit Sungai Lopian naik sekitar 60 sentimeter sebelum meluap ke jalan raya.

pukul 16.17 WIB

Ketinggian air di Kelurahan Sipange mencapai dada orang dewasa. Petugas kemudian mengevakuasi warga ke Gereja HKBP Sipange.

pukul 16.52 WIB

Jalan Jenderal Feisal Tanjung menuju Kantor BPBD Tapanuli Tengah tergenang setinggi lutut orang dewasa.

pukul 16.58 WIB

Ruas Tambah Udang–Muara Nibung, Pandan, tergenang sekitar 30 sentimeter dan arus lalu lintas tersendat.

pukul 17.05 WIB

Debit Sungai Sarudik meningkat hingga sekitar dua meter.

pukul 17.17 WIB

Hujan di Kelurahan Sipange mereda menjadi gerimis dan ketinggian air berangsur surut.

pukul 18.00 WIB

BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa. Sebanyak 37 warga dari 15 kepala keluarga telah dievakuasi dari Kelurahan Sipange.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dan 37 warga dievakuasi.
  • Who?
    37 warga dari 15 kepala keluarga, BPBD Tapteng, Agus Harianto, dan personel lapangan terlibat dalam penanganan banjir.
  • Where?
    Banjir terjadi di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kecamatan Badiri, Kecamatan Sarudik, dan sejumlah akses jalan di Tapanuli Tengah.
  • When?
    Minggu (13/9/2026), dengan hujan deras mulai tercatat sekitar pukul 15.30 WIB.
  • Why?
    Hujan deras meningkatkan debit sejumlah sungai hingga air memasuki permukiman dan menggenangi jalan.
  • How?
    BPBD mengerahkan Pusdalops dan personel lapangan untuk evakuasi, pemantauan lokasi terdampak, serta pengaturan lalu lintas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan deras membuat air masuk ke rumah warga di Tapanuli Tengah. Ada 37 orang dari 15 keluarga di Kelurahan Sipange yang dibawa petugas ke Gereja HKBP Sipange. Air sempat sampai dada orang dewasa. BPBD juga melihat sungai naik dan jalan tergenang. Sekarang air di beberapa tempat mulai turun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan banjir melibatkan evakuasi warga saat ketinggian air terus meningkat, dengan keselamatan jiwa menjadi prioritas. BPBD juga mengerahkan Pusdalops dan personel lapangan ke titik genangan, mengatur lalu lintas, serta tetap memantau lokasi ketika air mulai surut. Hingga pukul 18.00 WIB, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tapanuli Tengah, IDN Times Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Minggu (13/9/2026). Sebanyak 37 warga dari 15 kepala keluarga di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, harus dievakuasi setelah ketinggian air terus meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng mencatat hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Debit sejumlah sungai kemudian meningkat dan air mulai memasuki permukiman warga.

1. Air naik hingga dada orang dewasa, 37 warga dievakuasi

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). (BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)

Sebanyak 15 kepala keluarga yang terdiri dari 37 orang dievakuasi dari kawasan terdampak. Mereka terdiri dari tujuh anak-anak dan 30 orang dewasa. Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Tengah, Agus Harianto, mengatakan evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi karena ketinggian air terus meningkat.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa warga. Tim langsung diterjunkan ke titik-titik genangan tinggi,” kata Agus, Minggu malam.

BPBD mengerahkan tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) bersama personel lapangan ke sejumlah titik terdampak. Selain melakukan evakuasi, petugas juga mengatur lalu lintas di ruas jalan yang tergenang.

Hingga laporan BPBD pada pukul 18.00 WIB, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Warga yang dievakuasi sementara berada di Gereja HKBP Sipange.

2. Debit Sungai Lopian dan Sarudik meningkat

Warga melintas di area banjir bandang dan longsor di Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Banjir juga terjadi di Kecamatan Badiri setelah debit Sungai Lopian meningkat. BPBD mencatat debit sungai naik sekitar 60 sentimeter pada pukul 15.45–15.50 WIB sebelum kemudian meluap ke jalan raya.

Genangan di kawasan tersebut mencapai lutut orang dewasa. Kondisi itu mengganggu lalu lintas di sekitar simpang Gereja GPDI hingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas.

Sementara itu, hujan deras di Kecamatan Sarudik dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 15.41 WIB. Sekitar pukul 17.05 WIB, debit Sungai Sarudik disebut meningkat hingga sekitar dua meter.

Air kemudian memasuki rumah warga di Lingkungan VIII. Sebagian warga memilih melakukan evakuasi secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.

Banjir juga menggenangi sejumlah akses jalan utama. Ruas Tambah Udang–Muara Nibung, Pandan, tergenang sekitar 30 sentimeter pada pukul 16.58 WIB sehingga arus lalu lintas tersendat.

Jalan Jenderal Feisal Tanjung menuju Kantor BPBD Tapanuli Tengah juga tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa sekitar pukul 16.52 WIB.

3. Air mulai surut, personel BPBD tetap disiagakan

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). (BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)

Kondisi di sejumlah wilayah mulai membaik menjelang malam. Di Kelurahan Sipange, hujan mulai mereda menjadi gerimis sekitar pukul 17.17 WIB dan ketinggian air kemudian berangsur surut.

Kondisi serupa terpantau di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, serta sejumlah wilayah Kecamatan Sarudik. Meski air mulai turun, BPBD tetap menempatkan personel di lokasi terdampak untuk memantau perkembangan situasi.

Empat regu personel BPBD dikerahkan ke lapangan dengan pendampingan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. Petugas juga masih melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang mengalami genangan.

Hingga laporan BPBD pada pukul 18.00 WIB, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sebanyak 37 warga dari 15 kepala keluarga telah dievakuasi dari kawasan terdampak di Kelurahan Sipange.

Curated For You

Editorial Team

Related Article