Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla Masuk Sumut, BMKG Ungkap Arah Anginnya
Sebaran asap mulai terpantau memasuki wilayah Sumatera Utara berdasarkan citra satelit pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. (Dok: BBMKG I Medan)
  • Citra satelit pada Senin sore menunjukkan asap memasuki Sumatra Utara, terutama dari wilayah selatan, akibat arah angin yang bergerak menuju barat laut.
  • BMKG belum dapat memastikan sumber asap karena belum menerima hasil pemeriksaan lapangan; pantauan satelit baru memperlihatkan pola pergerakan asap mengikuti angin.
  • BMKG mengimbau warga memakai masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup pintu-jendela saat asap masuk, dan memantau informasi resmi karena kondisi dapat berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Sebaran asap mulai terpantau memasuki wilayah Sumatra Utara berdasarkan citra satelit pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Asap terlihat terutama masuk dari bagian selatan Sumut karena arah angin bergerak menuju barat laut.

1. BMKG belum dapat memastikan sumber asap tersebut.

ilustrasi asap karhutla yang menyebar ke negara tetangga (commons.wikimedia.org/Jacklee)

Forecaster BBMKG Wilayah I Medan, Ilham Haris Batubara, mengatakan BMKG belum dapat memastikan sumber asap tersebut. Dari pantauan citra satelit, pergerakan asap terlihat mengikuti arah angin menuju barat laut sehingga masuk ke wilayah Sumatra Utara.

Ilham mengatakan pantauan satelit baru menunjukkan pola pergerakan asap dan belum dapat menentukan sumber kebakaran secara pasti.

"Untuk sebaran asap, kami belum bisa memastikan asalnya dari mana karena kami belum dapat laporan ground check dari pihak terkait perihal hal tersebut. Namun dari pantauan citra satelit arah angin ke barat laut yang menyebabkan sebaran asap masuk ke wilayah sumut. demikian informasinya,” ujar Ilham, Senin malam.

2. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kondisi udara semakin dipenuhi asap

ilustrasi asap dan tanah (pexels.com/Alexander Popadin)

Pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang membuat asap dapat berpindah dari wilayah sumber menuju daerah lain. Karena itu, kondisi sebaran asap masih dapat berubah mengikuti perkembangan arah dan kecepatan angin.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kondisi udara semakin dipenuhi asap. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Ketika asap masuk ke dalam rumah, pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mengurangi paparan.

"Imbauan utama kepada masyarakat, apabila kondisi udara semakin berasap, gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, tutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke dalam rumah, serta ikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait,” ungkapnya.

3. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi

ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Soly Moses)

BMKG juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi resmi karena kondisi sebaran asap dapat berubah seiring perubahan arah angin dan hasil pemantauan di lapangan.

Editorial Team

Related Article