Konferensi pers acara Rakernas APEKSI k-XVIII di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Di sektor ekonomi, APEKSI mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis MBG lebih banyak melibatkan UMKM lokal dan kantin sekolah. Tujuannya menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Rekomendasi lain mencakup penyesuaian tata ruang sesuai karakter kota, penguatan kerja sama antar daerah, pendampingan hukum bagi pemerintah kota, hingga pelibatan generasi muda lewat Youth City Changers YCC.
“Gagasan anak muda diharapkan jadi masukan penyusunan dokumen pembangunan jangka menengah dan panjang daerah,” kata Eri.
Wali Kota Medan, Rico Waas juga mengapresiasi insan pers, panitia, aparat keamanan, relawan, hingga pekerja sektor transportasi, hotel, konsumsi, dan kebersihan yang menyukseskan Rakernas.
“Semoga setiap kota membawa pulang pengalaman, inovasi, dan inspirasi yang bisa diterapkan. Dengan kolaborasi antarkota, kita jadi fondasi Indonesia yang lebih maju dan berdaulat,” pungkasnya.
Adapun 10 rekomendasi strategis APEKSI ke Presiden, yakni:
Fiskal: Reformasi hubungan keuangan pusat-daerah, ruang fiskal lebih luas
P3K: Kompensasi gaji P3K didukung APBN agar APBD tidak jebol 30%
Infrastruktur: Percepatan konektivitas antarwilayah
Digital: Integrasi data bansos dan sinkronisasi perizinan dengan tata ruang
Lingkungan: Dukung _waste-to-energy_ dan inovasi kelola sampah
Ekonomi: MBG libatkan UMKM lokal dan kantin sekolah
Tata Ruang: Penyesuaian kebijakan sesuai karakter kota
Kerja Sama: Penguatan kolaborasi antardaerah
Hukum: Pendampingan hukum bagi pemerintah kota
Anak Muda: Perkuat program Youth City Changers YCC