Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AEIF JCI Medan Sediakan 2 Studio Hub Gratis untuk Naikkan Kelas UMKM
JCI menggelar puncak acara Digipreuneurs Summit Gala Dinner & DigitaLK bertema "Masa Depan Terhubung: Ekonomi Digital, Jaringan Global & Peluang" (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • JCI Medan menggelar Digipreuneurs Summit sebagai puncak pendampingan setahun bagi UMKM di Sumatra Utara dan Aceh melalui program AEIF yang didukung Konsulat Jenderal AS.
  • JCI Medan membangun dua studio hub gratis di Aceh dan Sumatra Utara untuk foto produk, serta melatih 10 UMKM mengenai website dan kebutuhan digital lainnya.
  • Digitalisasi membantu pelaku usaha arang mendapat pembeli luar negeri; JCI Medan menargetkan digitalisasi gratis satu UMKM tiap bulan, sementara konsul India dan Singapura menyoroti akses pasar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2025

Program Alumni Engagement Innovation Fund AEIF yang didukung Konsulat Jenderal Amerika Serikat dijalankan untuk mendampingi UMKM di Sumatra Utara dan Aceh.

Jumat 21 Agustus 2026

JCI Medan menggelar puncak Digipreuneurs Summit Gala Dinner & DigitaLK di JW Marriott Medan. Acara menyoroti pendampingan UMKM, dua studio hub gratis, dan peluang digitalisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    JCI Medan menggelar Digipreuneurs Summit Gala Dinner & DigitaLK serta menyediakan dua studio hub gratis untuk membantu UMKM membuat foto produk dan meningkatkan kemampuan digital.
  • Who?
    JCI Medan, Alfian Linux, UMKM di Sumatra Utara dan Aceh, Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konsul Jenderal India Ravi Shanker Goel, dan Konsul Jenderal Singapura Dr. Edmund Chia terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Acara puncak berlangsung di JW Marriott Medan. Dua studio hub dibangun di Aceh dan Sumatra Utara untuk digunakan UMKM.
  • When?
    Digipreuneurs Summit Gala Dinner & DigitaLK digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026, setelah rangkaian pendampingan UMKM selama satu tahun.
  • Why?
    Program dijalankan karena banyak UMKM di Sumatra belum memahami foto produk, copywriting, periklanan, desain, pembuatan situs web, dan akses pasar digital.
  • How?
    JCI Medan memperoleh dana AEIF, membangun studio hub, mendidik 10 peserta dari Aceh dan Sumatra Utara, serta menargetkan digitalisasi gratis bagi satu UMKM setiap bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
JCI Medan membuat dua ruang foto gratis di Aceh dan Sumatra Utara untuk usaha kecil. Mereka mengajari 10 orang membuat foto produk, tulisan iklan, dan website. Ada penjual arang yang sekarang punya pembeli dari luar negeri. JCI Medan ingin membantu satu usaha kecil setiap bulan dengan cara digital gratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Inisiatif JCI Medan menunjukkan bagaimana pendampingan digital yang konkret dapat membuka ruang baru bagi UMKM Sumatra Utara dan Aceh. Dua studio gratis serta pelatihan fotografi produk, copywriting, desain, dan pembuatan website memberi pelaku usaha sarana untuk memperkuat tampilan dan kepercayaan pasar. Pengalaman penjual arang yang memperoleh pembeli luar negeri menggambarkan potensi nyata dari dukungan ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Junior Chamber International (JCI) Medan menggelar puncak acara Digipreuneurs Summit Gala Dinner & DigitaLK bertema "Masa Depan Terhubung: Ekonomi Digital, Jaringan Global & Peluang" di JW Marriot Medan, Jumat 21 Agustus 2026.

Acara ini merupakan program Alumni Engagement Innovation Fund AEIF tahun 2025 yang didukung Konsulat Jenderal Amerika Serikat. AEIF merupakan dana hibah bagi alumni program pertukaran pemerintah Amerika Serikat untuk menjalankan proyek berdampak di komunitas.

Presiden Daerah JCI Medan tahun 2026 sekaligus penerima penghargaan AEIF, Alfian Linux, mengatakan kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program satu tahun pendampingan UMKM di Sumatra Utara dan Aceh.

"Sebenarnya ini acara puncak. Awalnya sudah tahun yang lalu. Ini memang acara ini dibuat karena keberhasilan kita terhadap UMKM di Sumatra Utara sama Aceh. Sebenarnya di luar negeri itu produk-produk handcraft segala macam itu kan cukup diminati," ujar Alfian.

1. Ada dua studio hub gratis untuk UMKM

JCI menggelar puncak acara Digipreuneurs Summit Gala Dinner & DigitaLK bertema "Masa Depan Terhubung: Ekonomi Digital, Jaringan Global & Peluang" (IDN Times/Indah Permata Sari)

Alfian menjelaskan, banyak UMKM di Sumatra yang belum memahami cara foto produk, copywriting, pengiklanan, hingga desain.

"Jadi masalah hari ini UMKM itu tidak tahu cara foto, cara copywriting, cara pengiklanan, dan segala cara desain," katanya.

Berangkat dari persoalan itu, JCI Medan mengajukan dana alumni dan membangun 2 studio hub di Aceh dan Sumatra Utara. Studio tersebut dapat digunakan UMKM untuk foto produk secara gratis.

Untuk lokasi studio hub berada di kantor JCI jalan Casia Raya Komplek Tasbih 1 Blok OO nomor 2A, kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara. Kemudian, studio hub yang satu lagi ada di kantor KNPI Aceh.

"Ternyata itu saja tidak cukup, jadi kita buatlah kegiatan 1 tahun, 10 orang, 5 dari Aceh, 5 dari Sumatra Utara. Kita benar-benar didik mereka, bagaimana cara buat website dan segala macam," jelasnya.

2. Salah satu contoh keberhasilan adalah pelaku usaha arang

Konsul Jenderal Singapura di Medan, Dr. Edmund Chia (IDN Times/Indah Permata Sari)

Lanjutnya, salah satu contoh keberhasilan adalah pelaku usaha arang. Awalnya hanya menjual eceran, namun setelah dibuatkan website, ia mendapat pembeli langsung dari luar negeri.

"Orang kan searching, oh ada website ini, oh dia lihat websitenya bagus, segala macam, trust. Nah terakhir bayar-bayar di luar itu langsung beli ke dia. Jadi cukup mendukung UMKM untuk naik kelas," ucapnya.

Ke depan, JCI Medan menargetkan digitalisasi 1 UMKM secara gratis setiap bulan.

"Harapan saya acara ini tidak berhenti di sini. Jadi niatnya kita setiap sebulan sekali, ada 1 UMKM yang mau kita digitalkan. Rencana minimal setiap bulan akan kita digitalkan 1 UMKM, secara gratis," pungkas Alfian.

Acara ini turut diisi oleh Firsal Didar Mutyara 2006 PLP JCI Medan dan Honorary Consul of The Kingdom of Netherland, Lisa Podolny selaku Consul General of The United States of America in Sumatra, serta Dr. Parlindungan Purba 1997 PLP JCI Medan dan Honorary Consul of the Republic of Korea.

3. Konsul India dan Singapura soroti potensi digital UMKM

Consul General of India in Medan, Ravi Shanker Goel (IDN Times/Indah Permata Sari)

Consul General of India in Medan, Ravi Shanker Goel, menyampaikan digitalisasi sangat penting bagi ekonomi baru. Ia menyebut ekonomi digital India saat ini sekitar USD370 miliar dan diproyeksikan melewati USD1 triliun pada 2030.

"Dan fokus program digitalisasi hari ini yang saya lihat adalah UMKM. Dan di sana juga kita memiliki kesempatan yang sangat baik antara India dan Indonesia. Karena UMKM di India adalah lebih dari 74 juta perusahaan yang mempunyai sekitar 320 juta orang, berkontribusi ke 31% GDP India," ujarnya.

Ia juga menyoroti sistem pembayaran UPI di India yang mencapai lebih dari 700 juta transaksi per hari. "Kita yakin bahwa ini akan membantu ekonomi Indonesia. Jadi kita ingin bekerja bersama, berkembang bersama, menjadi negara yang berkembang bersama," katanya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Singapura di Medan, Dr. Edmund Chia, menilai platform digital menjadi jalan bagi pengusaha muda Sumatra Utara mengakses pasar global.

"Saya rasa platform digital merupakan alasan untuk mereka memprofilkan produk atau servis mereka. Pertarungan untuk perniagaan kecil adalah mencari produk yang unik, yang hanya mereka bisa menyediakan, dan ada margin atau keuntungan yang tinggi untuk mereka," ujar Edmund.

Dia mencontohkan platform seperti Etsy di Amerika Serikat yang memungkinkan produk kerajinan dijual dengan harga lebih tinggi. "Jadi, bagi perniagaan kecil yang berpikir mengakses pasar di Singapura, mereka perlu mencari jalan di mana margin mereka mencukupi produk mereka. Dan mereka juga mungkin perlu belajar pasar, apa yang orang di Singapura inginkan. Kemudian, saya rasa mereka akan berhasil," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article