Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
96 Pemerintah Kota Hadir di APEKSI, Medan Jadi Pusat Perencanaan Kota
Konferensi pers menjelang acara Rakernas APEKSI di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Kota Medan menjadi tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII 2026 yang diikuti 96 pemerintah kota, menghadirkan forum kolaborasi dan perumusan kebijakan pembangunan perkotaan berkelanjutan.
  • Rangkaian acara selama sepekan memutar ekonomi hingga Rp17 miliar, melibatkan 375 UMKM lokal serta sektor hotel, kuliner, dan transportasi yang ikut terdongkrak.
  • Karnaval Nusantara dengan hampir 3.000 peserta dari berbagai daerah menjadi simbol persatuan budaya sekaligus ajang promosi potensi daerah di tengah momentum inovasi perkotaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28–29 Juni 2026

Rangkaian Rakernas APEKSI XVIII dibuka dengan kegiatan Youth City Changers (YCC) dan Forum Pangan di Kota Medan.

30 Juni 2026

Wali Kota Medan, Rico Waas, menggelar konferensi pers menjelaskan tujuan Rakernas APEKSI XVIII dan manfaat ekonominya bagi kota.

1 Juli 2026

Puncak acara bertepatan dengan Hari Jadi ke-436 Kota Medan, disertai pembukaan Indonesia City Expo dan pembukaan resmi Rakernas APEKSI XVIII.

2 Juli 2026

Sidang Pleno dan Karnaval Nusantara digelar dengan partisipasi 56 delegasi dari berbagai daerah menampilkan seni dan budaya khas.

4 Juli 2026

Rangkaian Rakernas APEKSI XVIII ditutup dengan acara Hiburan Rakyat di Kota Medan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas APEKSI) ke-XVIII Tahun 2026 diselenggarakan di Kota Medan dengan berbagai agenda kolaborasi, promosi investasi, dan kegiatan budaya.
  • Who?
    Kegiatan dihadiri 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, 1 kepala Bappeda, serta Wali Kota Medan Rico Waas selaku tuan rumah bersama sejumlah kepala daerah lainnya.
  • Where?
    Seluruh rangkaian acara berlangsung di berbagai lokasi di Kota Medan, termasuk Lapangan Merdeka, Lapangan Benteng, Hotel Santika, dan Galeri Mal Pelayanan Publik.
  • When?
    Kegiatan berlangsung selama sepekan dari tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan puncak acara pada 1 Juli bertepatan Hari Jadi ke-436 Kota Medan.
  • Why?
    Rakernas digelar untuk memperkuat kolaborasi antarkota, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mempromosikan potensi lokal, serta merumuskan kebijakan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
  • How?
    Kegiatan dilaksanakan melalui forum pemerintahan, pameran Indonesia City Expo, karnaval budaya Nusantara dengan hampir tiga ribu peserta, serta pelibatan langsung ratusan pelaku UMKM lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak wali kota datang ke Medan buat rapat besar. Ada 96 kota ikut dan acaranya lama, dari akhir Juni sampai awal Juli. Mereka ngobrol tentang kerja sama dan bikin kota lebih bagus. Hotel penuh, orang jualan laku banyak, uangnya banyak berputar. Ada juga karnaval warna-warni yang seru sekali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rakernas APEKSI XVIII di Medan menghadirkan suasana kolaboratif yang kuat, mempertemukan 96 pemerintah kota untuk berbagi inovasi dan praktik pembangunan berkelanjutan. Selain menjadi ajang strategis bagi para pemimpin daerah, kegiatan ini juga menghidupkan ekonomi lokal hingga Rp17 miliar dan melibatkan ratusan pelaku UMKM, sekaligus merayakan kekayaan budaya melalui Karnaval Nusantara yang mempererat semangat persatuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Kota Medan kali ini menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas APEKSI) ke-XVIII Tahun 2026. Selama sepekan, sejak tanggal 28 Juni – 4 Juli 2026, Medan menjadi pusat kolaborasi dengan 96 pemerintah kota se-Indonesia dan menggerakkan ekonomi hingga Rp17 Miliar.

Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan mengusung tema besar "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat". Tema ini diangkat untuk memperkuat sinergi antarpemerintah kota se-Indonesia dalam membangun resiliensi perkotaan demi mendukung kedaulatan bangsa .

Kemudian, untuk event bertajuk “Perkuat Kolaborasi Antarkota, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Promosi Potensi Daerah” ini dirangkai dengan agenda strategis, dari forum pemerintahan, promosi investasi, penguatan UMKM, hingga pagelaran budaya.

Kehadiran Rakernas APEKSI XVIII terdiri dari 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dari seluruh Indonesia.

“Ini forum strategis untuk memperkuat sinergi antarpemerintah kota, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan kebijakan pembangunan perkotaan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan," kata Wali Kota Medan, Rico Waas dalam konferensi pers, Selasa (30/6/2026).

Rangkaian dibuka 28-29 Juni lewat Youth City Changers (YCC) dan Forum Pangan. Puncaknya tanggal 1 Juli 2026 bertepatan Upacara Hari Jadi ke-436 Kota Medan, Pembukaan Indonesia City Expo, hingga Pembukaan Resmi Rakernas. Kemudian acara ditutup tanggal 2 Juli dengan Sidang Pleno, Karnaval Nusantara, dan 4 Juli 2026 dengan Hiburan Rakyat.

1. Selama berlangsung Rakernas APEKSI ada efek ekonomi mulai dari hotel penuh hingga UMKM laris

Konprensi pers menjelang acara Rakernas APEKSI di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Rico menyebutkan kehadiran delegasi 5 hari yang diproyeksikan ini, memutar uang Rp17 miliar di Kota Medan.

"Dengan rincian kontribusinya yaitu jasa penyelenggaraan event 50,22 persen, hotel dan akomodasi 37,13 persen, sektor makan-minum dan UMKM 11,27 persen, serta transportasi 1,37 persen. Hal ini menjadi manfaat langsung bagi penyedia jasa event, industri perhotelan, pelaku UMKM, hingga transportasi, sekaligus berpotensi meningkatkan penerimaan pajak daerah," sebut Rico.

Sebanyak 375 pelaku UMKM Medan dilibatkan langsung. 179 UMKM di Galeri Mal Pelayanan Publik (MPP), 50 UMKM di Hotel Santika, 65 UMKM di Lapangan Benteng, dan 81 UMKM di Lapangan Merdeka. Produknya didominasi kuliner, kriya, fesyen, kesehatan, dan kecantikan.

2. Karnaval nusantara menjadi magnet warga

Konprensi pers menjelang acara Rakernas APEKSI di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Salah satu agenda yang akan ramai nanti yakni dengan hadirnya Karnaval Budaya pada tanggal 2 Juli 2026. Sebanyak 56 delegasi dari berbagai daerah dengan total 2.984 peserta menampilkan seni, budaya, adat, dan identitas khas daerah.

“Karnaval ini simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus memperkuat promosi budaya Nusantara,” ujar Rico yang juga merupakan Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) I APEKSI.

APEKSI sendiri terdiri dari 6 Komisariat Wilayah. Komwil III, yang mencakup Medan, beranggotakan 25 kota.

3. Momentum inovasi perkotaan

Konprensi pers menjelang acara Rakernas APEKSI di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Rico Waas menegaskan Rakernas ini harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarkota, mendorong inovasi pembangunan perkotaan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Rakernas bukan sekadar seremonial. Medan harus bisa mengambil praktik terbaik dari 88 wali kota untuk diterapkan di kota ini,” tegasnya.

Konprensi pers ini dihadiri oleh Eva Dwiana sebagai Wali Kota Bandar Lampung, Wali Kota Solo Respati Ardi Wali, Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Wali Kota Ternate Tauhid Soleman.

Editorial Team

Related Article