Tari Serampang XII (warisanbudaya.kemdikbud.go.id)
Tarian ini memiliki filosofi untuk mengajarkan etika percintaan dalam adat Melayu, yaitu beradat, beradab, dan bertahap. Dua belas ragam tarinya merupakan metafora proses yang tidak boleh dilangkahi: perkenalan, pendekatan, jatuh hati, cemburu, hingga komitmen pernikahan. Menegaskan bahwa hubungan harus dijalani dengan sopan dan penuh kiasan.
Untuk kostum penari pria mengenakan Baju Teluk Belanga, celana panjang, kain samping songket, dan tanjak. Penari wanita memakai Baju Kurung Labuh, kain songket, selendang, dan sanggul lipat pandan dengan hiasan cucuk sanggul.
Gerakannya pun dilakukan dengan berpasangan menggunakan gerak kaki cepat menapak dan menyeret sesuai birama 2/4. Tangan memainkan lenggang patah sembilan, yaitu patahan lembut pada pergelangan. Ekspresi wajah genit tetapi tetap menjaga pandangan. Dua belas ragamnya meliputi: Permulaan, Jalan, Pusing, Gila, Sipat, Goncat-goncet, Sebelah Kaki, Langkah Tiga, Melonjak, Berbalik Anak, Anak Ayam Patah, Bersedih & Gembira.
Musik yang dimainkan untuk tarian ini adalah orkes Melayu dengan instrumen akordeon, biola, gendang dua sisi, gong, dan gendang melayu. Lagu pengiring utama berjudul “Serampang Laut” dengan tempo cepat dan riang.