Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Jam Pencarian, Pemuda 25 Tahun Ditemukan Tewas di Dasar Sungai Lobang
Seorang pemuda bernama Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di dasar Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun (Dok. Tim SAR)
  • Mahyar (25) tenggelam setelah menyelam untuk membuka tali buoy di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Simalungun, pada Minggu sore dan tak kembali ke permukaan.

  • Tim SAR Danau Toba bersama polisi, pemerintah desa, keluarga, dan warga melakukan pencarian melalui deteksi bawah air, penyelaman, serta penyisiran 100 meter ke hilir.

  • Setelah sekitar tujuh jam pencarian, korban ditemukan meninggal di kedalaman sekitar 10 meter; evakuasi terkendala lubuk dalam dan minim penerangan malam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB

Mahyar menyelam ke dasar Sungai Lobang untuk membuka tali buoy. Setelah beberapa menit, ia tidak muncul ke permukaan dan warga melaporkan kejadian ke Basarnas.

pukul 21.40 WIB

Tim Rescue Pos SAR Danau Toba tiba di lokasi dan berkoordinasi untuk menyusun strategi pencarian. Tim melakukan deteksi bawah air, penyelaman, dan penyisiran darat.

Senin (14/9/2026) pukul 23.40 WIB

Mahyar ditemukan meninggal di dasar sungai pada kedalaman sekitar 10 meter.

pukul 00.20 WIB

Jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga. Operasi SAR diusulkan untuk ditutup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Lobang setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam saat mencoba membuka tali buoy.
  • Who?
    Mahyar sebagai korban; enam personel Pos SAR Danau Toba, Polsek Raya Kahean, pemerintah desa, keluarga, Potensi SAR, dan warga terlibat dalam pencarian.
  • Where?
    Korban ditemukan di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, pada kedalaman sekitar 10 meter.
  • When?
    Korban tenggelam pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB dan ditemukan pada Senin, 14 September 2026 pukul 23.40 WIB.
  • Why?
    Mahyar menyelam secara manual untuk membuka tali buoy di dasar sungai, lalu tidak muncul kembali ke permukaan setelah beberapa menit.
  • How?
    Tim SAR mendeteksi bawah air dengan Aqua Eye, melakukan penyelaman, dan menyisir aliran sungai sejauh 100 meter; jenazah dievakuasi pukul 00.20 WIB lalu diserahkan kepada keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahyar, pemuda 25 tahun, tenggelam saat mencoba membuka tali pelampung di Sungai Lobang. Ia menyelam, tetapi tidak muncul lagi. Warga lalu meminta bantuan. Tim penyelamat mencari di air dan di tepi sungai saat malam. Setelah sekitar 7 jam, Mahyar ditemukan meninggal di dasar sungai yang dalam. Ia lalu dibawa dan diserahkan kepada keluarganya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah medan sungai yang dalam dan operasi malam dengan penerangan terbatas, respons cepat warga serta koordinasi Basarnas, kepolisian, pemerintah desa, keluarga, dan unsur SAR memungkinkan pencarian dilakukan secara terarah. Pemanfaatan Aqua Eye, penyelaman, dan penyisiran darat menunjukkan kerja bersama yang efektif hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi untuk diserahkan kepada keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Seorang pemuda bernama Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di dasar Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Senin (14/9/2026) pukul 23.40 WIB. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berusaha membuka tali buoy di kedalaman sungai.

Peristiwa terjadi Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi, korban menyelam secara manual ke dasar sungai. Namun setelah beberapa menit, korban tidak kunjung muncul ke permukaan.

Warga yang panik langsung melakukan pencarian dan melaporkan kejadian ke Call Center Emergency 115 Basarnas. Laporan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Pos SAR Danau Toba.

1. Penyisiran darat di sepanjang aliran sungai sejauh 100 meter ke arah hilir

Seorang pemuda bernama Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di dasar Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun (Dok. Tim SAR)

Tim Rescue Pos SAR Danau Toba tiba di lokasi pukul 21.40 WIB. Tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Raya Kahean, pemerintah desa, keluarga, dan unsur Potensi SAR untuk menyusun strategi pencarian.

Operasi dibagi dua tim. Tim pertama melakukan deteksi bawah air menggunakan Aqua Eye dan dilanjutkan penyelaman di titik yang diduga keberadaan korban. Tim kedua melakukan penyisiran darat di sepanjang aliran sungai sejauh 100 meter ke arah hilir.

2. Korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter dalam kondisi meninggal dunia

Seorang pemuda bernama Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di dasar Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun (Dok. Tim SAR)

Upaya membuahkan hasil sekitar 2 jam kemudian. Korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi pukul 00.20 WIB dan diserahkan kepada keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, mengatakan operasi berjalan lancar berkat sinergi semua unsur.

"Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. Kami apresiasi kerja sama Polsek, pemerintah, Potensi SAR, dan masyarakat," ujar Hery.

3. Kendala utama adalah medan lubuk yang dalam

Seorang pemuda bernama Mahyar (25) ditemukan meninggal dunia di dasar Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun (Dok. Tim SAR)

Dalam operasi ini dikerahkan 6 personel Pos SAR Danau Toba dengan peralatan Rescue Car Double Cabin, Aqua Eye, peralatan selam, dan APD. Kendala utama adalah medan lubuk yang dalam dan minimnya penerangan saat operasi malam.

Basarnas mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan pemandian alam.

"Hindari menyelam tanpa perlengkapan keselamatan dan kemampuan memadai. Perhatikan kedalaman dan arus sungai. Segera laporkan kejadian darurat melalui 115 agar cepat ditangani," pungkas Hery.

Curated For You

Editorial Team

Related Article