Duel Itenas menghadapi ITB pada penyisihan Liga Debat Mahasiswa IDN Times (dok IDN Times)
Debat berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim beradu gagasan dengan tema “Pemanasan Global Gaya Hidup Gen Z Berubah, Kamu Pro atau Kontra?". Penyisihan ketiga kali ini menghadirkan empat panelis antara lain
Kiara Putri Mulia, Climate Program Manager, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Prigi Arisandi, Founder Ecoton, Dr. Nia Sarinastiti, Akademisi Unika Atmajaya Jakarta, Uni Lubis selaku Pemimpin Redaksi IDN Times.
Para peserta beradu gagasan sengit dalam empat sesi yang diberikan. Itenas Amalina Vashti R Kamilah, Rainova Rahaniawan, dan Natasyah Gabriella Br Hutapea sebagai tim pro menekankan pentingnya Gen Z bersikap dan berperilaku terhadap bahaya perubahan iklim. Karena tanpa disadari pemanasan global menjadi bahaya yang tanpa disadari bisa
"Boiling frog syndrom adalah metafora katak dimasukkan air mendidih, tidak menyadari bahaya kemudian mati. Seperti itu juga manusia, perubahan iklim, perubahan terjadi segala bertahap. Banyak yang menganggap ini bahaya masa depan, padahal jebakan boling frog syndrom. Gen Z yang punya kapasitas melakukan perubahan sebagai generasi ke depan. Perubahan dapat mencegah skenario terburuk di masa depan," kata Rainova.
Untuk itu ia menekankan pentingnya literasi terutama persoalan lingkungan. "Ada tiga hal yang harus dilakukan. Nominal artinya kesadaran, hal paling minimal dari literasi, kemudian bertindak dan operasional," tambahnya.
Selain itu Natasya Hutapea yang juga dari Itenas mengatakan Gen Z juga perlu membentuk komunitas membantu menjaga lingkungan agar gerakan bisa masif. Selain edukasi juga perlu tindakan.
"Bukan sekadar edukasi tapi turun agar bisa jadi contoh perubahan perilaku," kata Natasya.