Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Setahun Terakhir, 9 Warga di Simalungun Tersambar Petir

Setahun Terakhir, 9 Warga di Simalungun Tersambar Petir
IDN Times/Sukma Shakti

Simalungun, IDN Times - Peristiwa tersambar petir kembali terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kasus terbaru menimpah Restiorina Purba, Selasa (14/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban saat itu berteduh di dalam gubuk yang ada di Huta Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba. Peristiwa ini pun dilaporkan pangulu Nagori Bandar Sauhur, Jekson Purba kepada Polsek Purba.

Mengingat situasi sekarang masih wabah virus corona atau COVID-19, Kapolsek Purba AKP B Pakpahan mengimbau pihak keluarga untuk menyiapkan air dan sabun untuk cuci tangan bagi pelayat. "Pelayat diharapkan memakai masker serta menjaga jarak untuk mencegah berkembangnya virus corona. Termasuk di lokasi pemakaman hal yang sama juga harus diperhatikan yaitu jaga jarak dan pakai masker," jelasnya.

1. Rambut dan punggung korban terbakar, nyawa pun tak terselamatkan

Jenazah korban tersambar petir di Simalungun (Dok.IDN Times/istimewa)
Jenazah korban tersambar petir di Simalungun (Dok.IDN Times/istimewa)

Kapolsek Purba, AKP B Pakpahan menerangkan bahwa sebelumnya korban dan anaknya bekerja di ladang. Namun sore hari hujan datang disertai petir. Korban dan anaknya masih sempat berteduh ke dalam gubuk. Naas, malang tidak dapat dielakkan, petir menyambar gubuk hingga membuat korban terbakar. "Ini sesuai keterangan yang kita kumpulkan dari anak korban, Triana Sinaga" kata Kapolsek Purba.

Atas peristiwa ini, rambut korban terbakar dan mengalami luka bakar juga dibagian punggung. Akibatnya korban tergeletak di lantai gubuk. Selanjutnya saksi pulang ke rumah memberitahukannya kepada ayahnya. "Dibantu warga lainnya, korban masih sempat dilarikan ke rumah sakit Bethesda untuk mendapat pertolongan medis. Hanya saja, belum sempat ditangani dokter korban dinyatakan telah meninggal dunia dalam perjalanan" ucap Kapolsek Purba.

2. Bulan Februari, kasus yang sama menimpa Nurlela Pasaribu

Kapolsek Purba, AKP B Pakpahan mengimbau pelayat tetap jaga jarak karena COVID-19 (Dok.IDN Times/Istimewa)
Kapolsek Purba, AKP B Pakpahan mengimbau pelayat tetap jaga jarak karena COVID-19 (Dok.IDN Times/Istimewa)

Nurleli Pasaribu, warga Dusun 3, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun juga meninggal dunia akibat disambar petir. Peristiwa ini terjadi di persawahan Dusun 3, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/2) sekitar pukul 18.30 WIB. Seketika tubuhnya kaku dan terlihat menghitam.

Saat petir menyambar korban, jaraknya dari suami dan anaknya hanya dua meter. Syukurnya, keduanya tidak mengalami apapun. Namun suami korban, Darbaksara Sijabat sontak kaget dan tidak menyangka istrinya meninggal disambar petir di depan matanya sendiri. Darbaksara Sijabat tak mampu membendung air mata dan kesedihan.

3. Di tahun 2019, sebanyak 4 warga Simalungun meninggal dunia disambar petir

pages.erau.edu
pages.erau.edu

Pada tanggal 21 Mei tahun 2019, tujuh orang warga yang berada di dalam gubuk di perladangan Dusun Parluasan, Nagori Huta Raja, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, juga disambar petir saat mereka berteduh. Empat di antara mereka meninggal dunia.

Keempat korban tewas yakni, Hasudungan Sirait (20), Herbin Sirait (50), Prisman Purba (18) dan Rameiyana Damanik (15). Sementara korban selamat yakni, Lenni Sandriati Damanik (47), Roslianna Damani (59) dan Dermi boru Siagian (40).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Patiar Manurung
EditorPatiar Manurung
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Luxe Aura Andalkan Mesin dari Eropa-Korea, Diklaim Pertama di Sumatra

06 Mei 2026, 21:58 WIBNews