Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Dukungan terhadap Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra terus menguat menjelang pendaftaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam pada akhir Agustus 2024.
Adapun 11 partai yakni Gerindra, Nasdem, PKB, PPP, PAN, PSI, Demokrat, Hanura, PKN, PKS, dan Golkar, telah memberikan dukungan kepada pasangan ini.
Dengan menggaet 43 kursi legislatif, pasangan ini tampak kokoh menghadapi Pilkada 2024 dan berpeluang melawan kotak kosong.
Menanggapi hal ini, Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari turut menyoroti fenomena kandidat calon kepala daerah di Kota Batam, yang memborong partai untuk memenangkan Pilkada 2024.
"Fenomena borong perahu ini sudah terjadi di berbagai Pilkada, bahkan di Pilkada sebelumnya di banyak daerah seperti Makassar dan Sumatera Barat. Ini membuat demokrasi kita menjadi miskin karena caleg kaya yang mampu memberikan mahar kepada partai politik mendominasi," kata Feri Amsari, Jumat (2/8/2024) lalu.
Menurut Feri, meski pertarungan melawan kotak kosong bisa dimenangkan, seperti yang pernah terjadi di Makassar, kondisi seperti ini bukan solusi ideal dalam demokrasi sejati.
"Kotak kosong menang membuat tidak ada kepala daerah definitif, yang akhirnya pusat harus menunjuk kepala daerah sementara. Ini bukan demokrasi sejati, melainkan demokrasi rekayasa yang dikuasai oleh elit politik dan calon kaya," tegasnya.
Feri menekankan bahwa demokrasi seharusnya menjadi ajang pertarungan gagasan. "Jika hanya ada satu calon, gagasan apa yang dipertarungkan? Pemilih harus memiliki alternatif pilihan yang baik, dan ini tidak mungkin jika gagasan hanya muncul dari satu pasangan calon," tutupnya.