Medan, IDN Times – Sejumlah pengusaha transportasi di Sumatra Utara mengeluhkan kebijakan pemerintah soal larangan mudik di masa pandemik COVID-19. Larangan mudik ini mengancam keberlangsungan mata pencaharian para pengusaha transportasi dan sopir.
Keluhan soal kebijakan itu salah satunya datang dari organisasi Kesatuan Supir dan Pemilik Angkutan Umum (Kesper) Sumut. Ketua Kesper Israel Situmeang menilai, putusan larangan mudik membuat mereka gusar. Lantaran seharusnya, mudik adalah momentum para pekerja angkutan umum untuk mendapatkan penghasilan lebih.
“Silahkan larang (mudik) tapi kami jangan dilarang untuk cari makan. Waktu lebaran ini yang saat kami panen. Kok kami Panen dilarang. Ini kan penindasan. Tapi kalau disuruh kami panen ada prokes, ya kita laksanakan dan himbau melalui pengeras suara di terminal – terminal dan memeriksa mobil layak jalan. Supir tidak terlibat narkoba dan tidak terjangkit penyakit menular sekarang,” ujar Israel, Senin (29/3/2021).
