[ilustrasi] Sapto, Orangutan anakan yang berhasil dievakuasi oleh petugas Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) dari pemukiman di kawasan Gampong Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Nanggroe Aceh Darussalam. Selasa (22/1/2019) lalu. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Panut pun mengatakan ada dua kemungkinan Orangutan muncul ke pinggiran kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan pemukiman. Kemungkinan pertama bisa dikarenakan ada perambahan yang makin meluas di wilayah jelajahnya terutama di bagian utara di kawasan TAHURA sehingga dia terdesak dan mencari lokasi lain.
Namun hingga saat ini, mereka belum melihat ada aktifitas perambahan di Deleng Lancuk. Aktifitas perambahan terpantau di kawasan Tahura yang berada satu hamparan dengan Deleng Lancuk.
“Jadi kemungkinan, orangutan itu muncul di kawasan pinggiran hutan karena ada pakan yang dia suka di pinggiran hutan itu. Bisa jadi terdesak, karena di wilayah jelajahnya sudah ada aktifitas manusia. Terutama di kawasan Tahura yang tidak jauh dari Deleng lancuk,” pungkasnya