Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengejar Buronan, Polisi di Belawan Malah Kena Bacok
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menjenguk Aipda Daely yang menjadi korban pembacokan penjahat yang dikejarnya. (IDN Times/Istimewa)

Medan, IDN Times – Nahas bagi Aipda Daely. Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Belawan ini harus terbaring di rumah sakit setelah dibacok oleh penjahat yang dikejarnya, Rabu (10/6).

Peristiwa ini bermula saat Aipda Daely dan personel lainnya memburu buronan polisi di Lorong Supir, Kelurahan  Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Mereka tengah mengejar DPO bernama Erwin.

1. Saat Erwin tertangkap, Aipda Daely dibacok

Ilustrasi. IDN Times/Sukma Shakti

Begitu tiba di lokasi, Erwin langsung diringkus. Namun saat itu juga, beberapa rekan Erwin datang membawa senjata tajam dan langsung membacaok Daely.

Karena Daely terluka, Erwin dan rekannya melarikan diri. Rekan-rekan Daely pun langsung sigap membawanya ke rumah sakit.

2. Aipda Daely mengalami luka bacok di kepala, bahu dan lengan

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menjenguk Aipda Daely yang menjadi korban pembacokan penjahat yang dikejarnya. (IDN Times/Istimewa)

Kapolres Belawan AKBP M Rahmani Dayan mengatakan, anggotanya mendapat sejumlah luka bacokan di bagian tubuh. Mulai dari kepala, bahu hingga lengan kanan.

“Saat ini korban sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan dan tindakan medis lebih lanjut,” ungkapnya.

3. Kapolda Sumut perintahkan untuk tangkap seluruh pelaku yang terlibat pembacokan

Ilustrasi diborgol-tersangka (IDN Times/Bagus F)

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin yang menjenguk Aipda Daely memerintahkan jajarannya untuk menangkap para pelaku. Dia juga memberikan semangat kepada korban.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolda Papua ini mengingatkan agar seluruh personelnya menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran. Mereka tidak boleh menjadi korban saat berupaya menangkap para pelaku tindak kriminal.” Jangan lupa selalu persiapkan diri sebelum melakukan penangkapan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat berada di TKP," pungkas Martuani.

Editorial Team

Related Article