Personel KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992 saat berada di ruang operasi (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)
KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992, akan menjalankan misi kemanusian untuk pertama kali ke luar negeri. Kapal yang masih berusia 1 tahun lebih ini memiliki kelengkapan medical equipment setara RS tipe C dan RSUD.
Kapal ini memiliki ruang UGD, ICU dan HCU, ruang rawat inap, ruang isolasi, ruang radiologi (meliputi CT SCAN, C-Arms, rontgen, panoramic), USG 4D, ruang bersalin dan ruang bayi, klinik/poli, laboratorium, blood bank, dan sejumlah ruang operasi.
Kapal RS ini mampu mengakomodir jenis operasi medis di antaranya, bedah saraf, bedah tulang, angkat kandungan, operasi caesar, operasi tiroid, operasi mata, operasi katarak hingga operasi mulut/bibir sumbing.
“Kita ada dua kapal ambulan yang bisa mengangkut masing-masing 10 orang. dan juga di kapal ini bisa on board 3 helikopter. Dimana salah satu helikopter ini dapat dimasukkan ke dalam sanggar heli jadi dua berada di deck luar satu masuk ke dalam anggar heli,” lanjut Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji.
Selain itu, katanya, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 juga memilki decontamination room dan isolation room yang di khususkan untuk tindakan medis penyakit menular yang memiliki sistem sirkulasi udara khusus.
“Selama misi ini juga kami dilengkapi dengan satu rigid kemudian kapal ini sebagai kapal bantuan rumah sakit yang tergabung di satuan kapal bantu armada. Kapal rumah sakit ini juga sekelas dengan rumah sakit tipe C. Di mana dilengkapi dengan fasilitas ada UGD kemudian ada X-Ray. Kemudian USG Radiografi kemudian ruang operasi ruang perawatan, dan ICU,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 merupakan sebuah kapal Bantu Rumah Sakit milik TNI Angkatan Laut Indonesia.
Kapal ini dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan panjang 124 meter, lebar 22 meter dan mampu menempuh kecepatan hingga 18 knot. Adapun pembangunan ini memakan anggaran mencapai Rp764,5 miliar.
“Kami mohon untuk lapisan masyarakat untuk mendoakan kami agar selama menjalankan pelayaran ini bisa kembali ke Indonesia dengan selamatan diberikan kesukseskan dan kelancaran. Sekali lagi ini amanah dari bangsa Indonesia terutama Presiden Indonesia (Joko Widodo) untuk mengirim bantuan ke Palestina,” tutupnya.