Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keunggulan KRI Radjiman yang Bawa Bantuan 242 Ton untuk Palestina
Ilustrasi. Kapal Rumah Sakit TNI, KRI dr Radjiman Wedyonigrat 992 saat bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Batam, IDN Times - Kapal Rumah Sakit TNI, KRI dr Radjiman Wedyonigrat 992 menjalani misi kemanusiaan untuk mengirimkan berbagai bantuan dari Indonesia kepada rakyat Gaza di Palestina.

Keberangkatan KRI dr Radjiman Wedyonigrat 992 dilepas secara langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di Jakarta Utara.

“Hari ini atas nama pemerintah dan juga saya menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo. Atas nama pemerintah saya ucapkan, selamat bertugas,” kata Prabowo di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Kamis (18/1/2024).

1. KRI dr Radjiman angkut 242 ton bantuan kemanusiaan Indonesia untuk rakyat Gaza di Palestina

Dansatgas operasi Muhibah/Port Visit ke Mesir 2024, Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji (kanan) (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Setelah dilepas secara langsung oleh Menhan Prabowo Subianto, KRI dr Radjiman Wedyonigrat 992 langsung melakukan pelayaran menuju Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebelum melanjutkan pelayaran ke Mesir.

Dalam operasi kemanusiaan ini, Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) operasi Muhibah/Port Visit ke Mesir 2024.

Ditemui di Kota Batam, Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji mengatakan bahwa pihaknya mengangkut 242 ton bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk masyarakat di jalur Gaza, Palestina.

Bantuan-bantuan tersebut antara lain adalah bahan makanan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, pakaian wanita, susu, tenda lapangan, perlengkapan kebersihan, air mineral, perlengkapan ibadah, dan lain sebagainya.

“Dimana total bantuan kemanusiaan yang kami angkut saat ini sejumlah 242,6 ton. Bantuan ini kami terima dari berbagai pihak, dari Kementerian Pertahanan, dari TNI khususnya TNI AL dan Jalasenastri, Baznas dari rekan-rekan artis dan dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di indonesia,” kata Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji, Minggu (22/1/2024).

Ia menjelaskan, pelayaran KRI dr Radjiman Wedyoningrat-992 ke Mesir hingga kembali ke Indonesia akan memakan waktu total selama 57 hari perjalanan.

“Kemudian di tanggal 24 Januari KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992, akan bertolak dari Kota Batam menuju Belawan (Medan). Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Al Arisi, Mesir, untuk melaksanakan penurunan bantuan kemanusiaan untuk Palestina,” ujarnya.

2. Antisipasi KRI dr Radjiman saat melewati perairan konflik perang terbuka

Personel KRI dr Radjiman Wedyonigrat 992 saat memeriksa barang muatan kapal (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji melanjutkan, dalam misi kemanusiaan ini pihaknya juga akan melewati wilayah perairan Laut Merah dan Teluk Aden yang tengah menjadi Area Of Interest dengan kondisi keamanan yang belum kondusif.

Meski begitu, Dansatgas operasi Muhibah/Port Visit ke Mesir 2024 ini menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jika terjadi di kawasan perairan konflik tersebut.

“Di dalam Satgas ini, juga dilengkapi oleh tim first protection yang terdiri dari Kopaska, Denjaka maupun Taifib. Jadi untuk melaksanakan self defense apabila ada sesuatu yang tidak kita inginkan selama melaksanakan tugas ini,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, selama 30 jam melintasi perairan konflik ini, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan kapal perang asing yang tergabung dalam CTF 151 (Counter Piracy) dan CTF 153 (Security Cooperation in Red Sea and Gulf of Aden).

“Adapun di Laut Merah dan Teluk Aden situasi sekarang memang cukup dinamis, namun selama kami melaksanakan lintas laut melalui di rute Laut Merah, Teluk Aden, disana akan ada CTF 150, 151, 152 dan 153. Mereka melaksanakan tugas pengamanan di perairan tersebut, dan kami akan melakukan komunikasi dengan kapal kapal perang yang ada disana yang merupakan gabungan dari berbagai negara,” tegasnya.

3. Spesifikasi kapal rumah sakit apung KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992

Personel KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992 saat berada di ruang operasi (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)

KRI dr Radjiman Wedyoningrat 992, akan menjalankan misi kemanusian untuk pertama kali ke luar negeri. Kapal yang masih berusia 1 tahun lebih ini memiliki kelengkapan medical equipment setara RS tipe C dan RSUD.

Kapal ini memiliki ruang UGD, ICU dan HCU, ruang rawat inap, ruang isolasi, ruang radiologi (meliputi CT SCAN, C-Arms, rontgen, panoramic), USG 4D, ruang bersalin dan ruang bayi, klinik/poli, laboratorium, blood bank, dan sejumlah ruang operasi.

Kapal RS ini mampu mengakomodir jenis operasi medis di antaranya, bedah saraf, bedah tulang, angkat kandungan, operasi caesar, operasi tiroid, operasi mata, operasi katarak hingga operasi mulut/bibir sumbing.

“Kita ada dua kapal ambulan yang bisa mengangkut masing-masing 10 orang. dan juga di kapal ini bisa on board 3 helikopter. Dimana salah satu helikopter ini dapat dimasukkan ke dalam sanggar heli jadi dua berada di deck luar satu masuk ke dalam anggar heli,” lanjut Laksamana Pertama TNI, Sumarji Bimoaji.

Selain itu, katanya, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 juga memilki decontamination room dan isolation room yang di khususkan untuk tindakan medis penyakit menular yang memiliki sistem sirkulasi udara khusus.

“Selama misi ini juga kami dilengkapi dengan satu rigid kemudian kapal ini sebagai kapal bantuan rumah sakit yang tergabung di satuan kapal bantu armada. Kapal rumah sakit ini juga sekelas dengan rumah sakit tipe C. Di mana dilengkapi dengan fasilitas ada UGD kemudian ada X-Ray. Kemudian USG Radiografi kemudian ruang operasi ruang perawatan, dan ICU,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 merupakan sebuah kapal Bantu Rumah Sakit milik TNI Angkatan Laut Indonesia.

Kapal ini dibangun di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan panjang 124 meter,  lebar 22 meter dan mampu menempuh kecepatan hingga 18 knot. Adapun pembangunan ini memakan anggaran mencapai Rp764,5 miliar.

“Kami mohon untuk lapisan masyarakat untuk mendoakan kami agar selama menjalankan pelayaran ini bisa kembali ke Indonesia dengan selamatan diberikan kesukseskan dan kelancaran. Sekali lagi ini amanah dari bangsa Indonesia terutama Presiden Indonesia (Joko Widodo) untuk mengirim bantuan ke Palestina,” tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article