Fakultas Kedokteran Unimed (Perpus Lama) merupakan lokasi UTBK SNBT 2024 di Unimed (dok.humas Unimed)
Jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang, termasuk Dokter Spesialis. Pemerintah dalam hal ini ingin meningkatkan Sarana dan Prasarana Kesehatan di setiap Kabupaten/Kota. Karena masyarakat Indonesia membutuhkan dokter yang cukup banyak, pemerintah berusaha semaksimal mungkin memproduksi dokter tanpa mengenyampingkan kualitas.
Menyikapi hal ini, Rektor Unimed Dr. Baharuddin mengaku jika inisiasi pendirian Fakultas Kedokteran sebenarya sudah lama dirancang. Namun karena moratorium, sehingga pada tahun 2023 ini bisa persiapkan kembali secara serius dan terprogram.
"Kami telah menyiapkan ruang dekanat, ruang kuliah, puluhan laboratorium, dosen tetap, kerjasama dengan FK USU, kerjasama dengan RSUD Kota Tebing Tinggi, dan kerjasama dengan semua pihak, serta dukungan penuh dari masyarakat Sumatera Utara dalam mendirikan Fakultas Kedokteran Unimed ini," sebutnya.
Baharuddin menyebutkan jika komitmen mendirikan Fakultas Kedokteran merupakan bagian dari partisipasi Unimed dalam merealisasikan visinya menjadi kampus unggul dalam bidang pendidikan, rekayasa industri, dan budaya. Pihaknya berharap dapat berperan dalam peningkatan kesehatan olahraga dan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat Sumatra Utara.
"Tingginya kebutuhan dokter dan peluang pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kedokteran olahraga jadi alasan utama. Hingga saat ini, belum ada Fakultas Kedokteran yang memiliki keunggulan di bidang terapi olahraga khususnya di Sumatra Utara. Sehingga kami sebagai perguruan tinggi negeri, melihat peluang ini dapat diimplementasikan melalui Fakultas Kedokteran. Semoga setelah visitasi ini, Unimed mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes dan bisa segera membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru di tahun ini," pungkasnya.