Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kelompok Tani Mulia Bakti Berhasil Bikin Benih Jagung Bersertifikat

Kelompok Tani Mulia Bakti Berhasil Bikin Benih Jagung Bersertifikat
Mukson Ketua (kanan) dan dan Suryadi (kiri) Sekretaris Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Tapanuli Selatan, IDN Times - Mulanya hanya petani jagung biasa di Dusun Aek Sirara, Desa Sumuran, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Namun Kini Kelompok Tani Mulia Bakti berhasil memproduksi benih jagung bersertifikat dengan harga murah.

Harga benih jagung hibrida yang ada di pasaran saat ini berkisar Rp90 ribu hingga Rp120 ribu per Kilogram.  Sementara benih jagung hasil penangkaran benih Koptan Mulia Bakti ditawarkan dengan harga sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu kilogram.

Kok bisa lebih murah ya? Yuk simak perjalanan Kelompok Tani Mulia Bakti:

1. PTAR memberikan pendampingan sejak 2015

Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Kelompok Tani Mulia Bakti sudah berdiri sejak tahun 2015. Adalah Mukson yang merupakan pendiri sekaligus Ketua Kelompok Tani Karya Mulya Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel saat ini.

Pria 50 tahun ini memang pendatang dari Jawa, namun semangatnya sebagai petani mendorongnya untuk membentuk kelompok tani bersama petani asli Tapsel.

Keberadaan kelompok tani ini mendapat perhatian dari PT Agincourt Resources (PTAR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapsel. Sejak 2015 PTAR mendampingi Kelompok Tani Mulia Bakti untuk berbudidaya jagung pipil.

2. PTAR memberikan stimulan berupa pendirian fasilitas

Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Pada awalnya lahan pertanian petani yang ada di hamparan Lubuk Tano terdapat beragam tanaman seperti padi, jagung, serta pisang. Setelah PTAR mendampingi koptan tersebut mayoritas saat ini seluruh hamparan yang ada di Lubuk Tano ditanami jagung pipil karena anggota Koptan Mulia Bakti merasakan manfaat dan keuntungan dari berbudidaya jagung pipil.

Pendampingan dari PTAR mulai dari cara berbudidaya yang tepat dengan melibatkan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang ada di Batangtoru dan petani diberikan dukungan berupa saprotan (sarana produksi pertanian).

“Hasilnya, jumlah produktivitas meningkat dari 1 ton per Ha menjadi 5-6 ton per Ha. Kemudian harga jual juga meningkat dari Rp2.300 per kg menjadi Rp3.300 per kg karena penjualan jagung pipil langsung ke pembeli akhir,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).

Pada tahun 2017, Koptan Mulia Bakti membentuk Koperasi Karya Mulia Bakti sebagai wadah koptan untuk menjalankan usaha taninya. Mukson merangkap sebagai ketua koperasi.

Untuk mendukung keberadaan koperasi ini, PTAR memberikan stimulan berupa pendirian fasilitas gudang, lantai jemur, mesin pipil, jalan rabat, saung tani dan beberapa bantuan saprotan lainnya.

Kini koperasi sudah memiliki 33 anggota dengan total luas lahan keseluruhan milik anggota berkisar 32,5 Hektare. Semuanya bertani jagung. Bahkan hasil panen jagung kelompok tani ini pernah dijual ke PT Charoen Pokphand Indonesia.

Namun karena pola pembayarannya yang kurang pas dan membutuhkan modal yang besar juga untuk biaya kirim, akhirnya penjualan ke PT Charoen Pokphand dihentikan.

3. Benih jagung sudah mendapatkan sertifikasi

Mukson Ketua (kanan) dan dan Suryadi (kiri) Sekretaris Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Mukson Ketua (kanan) dan dan Suryadi (kiri) Sekretaris Kelompok Tani Karya Mulia Bakti Aek Sirara Desa Sumuran, Tapsel. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Pada tahun 2021, kelompok tani ini membuat gebrakan baru. Pak Mukson Dkk membudidaya penangkaran benih jagung komposit dan saat ini telah terdaftar sebagai kelompok penangkar benih jagung. Benih jagung yang dipasarkan juga sudah bersertifikat dari UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPTH) Provinsi Sumut.

Tahun ini benih jagung yang ditangkarkan adalah benih komposit varietas Sukma Raga dengan luas lahan 1 hektare.  “Semuanya dikerjakan oleh anggota kelompok tani, namun khusus untuk penangkaran ini hanya beberapa orang saja yang terlibat,” jelasnya.

Saat ini harga benih jagung hibrida yang ada di toko saat ini bisa mencapai Rp90 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.  Sementara dengan adanya penangkaran benih ini harga yang ditawarkan Koptan Mulia Bakti sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

“Selain itu, Kelompok Tani Mulia Bakti saat ini juga terus melakukan transaksi penjualan jagung pipil, jagung pecah, tepung jagung ke beberapa pembeli yang ada di Padangsidempuan dan Sibolga untuk menambah pemasukan koperasi,” pungkasnya.(*)

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Luxe Aura Andalkan Mesin dari Eropa-Korea, Diklaim Pertama di Sumatra

06 Mei 2026, 21:58 WIBNews