Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Penyerangan di Sibirubiru, 25 Prajurit Batalyon Armed Tersangka
Letjen Mochammad Hasan sebut ada 25 prajurit di Batalyon Armed ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan di Sibiru-biru (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Mayjen TNI Rio Firdianto resmi menjabat sebagai Pangdam I Bukit Barisan menggantikan Letjen TNI Mochammad Hasan, Selasa (3/12/2024). Dalam menjalankan roda kepemimpinan yang baru, tak dipungkiri oleh Mochammad Hasan bahwa dirinya meninggalkan sejumlah PR kepada Rio Firdianto terkait sejumlah permasalahan hukum yang melibatkan prajurit Kodam I Bukit Barisan.

Salah satu di antaranya ialah meletusnya peristiwa di Sibiru-biru yang melibatkan sejumlah personel Batalyon Artileri Medan pada November lalu. Berdasarkan pengakuan Hasan, pihaknya telah mengamankan sejumlah personel yang terbukti terlibat melakukan penyerangan di Desa Selamat.

1. Letjen Mochammad Hasan pamit sebagai Pangdam I Bukit Barisan

Mayjen Rio Firdianto resmi gantikan Letjen Mochammad Hasan sebagai Pangdam I Bukit Barisan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Letjen Mochammad Hasan berpamitan kepada seluruh prajurit Kodam I Bukit Barisan. Hari ini ia telah secara resmi menyerahkan jabatan sebagai Pangdam kepada Mayjen Rio Firdianto.  

"Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh prajurit, di mana kalian telah melaksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan dengan dedikasi yang tinggi. Saya berharap dedikasi yang tinggi ini terus ditingkatkan di kepemimpinan pangdam I Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto. Dukung penuh beliau dalam menjalankan amanah sebagai Pangdam I Bukit Barisan," kata Letjen Mochammad Hasan, Selasa (3/12/2024).

Melalui kesempatan ini ia resmi undur diri dan menyerahkan tugas, wewenang, serta tanggung jawab kepada Mayjen Rio Firdianto. Ia juga menyampaikan sejumlah risalah yang mungkin dapat menjadi referensi dalam menjalankan tugas penting itu.

"Sebagai manusia biasa saya menyadari saya pernah melakukan kesalahan baik kata maupun tindakan. Untuk itu mohon dimaafkan. Meskipun demikian, dalam menjalankan tugas saya berusaha bersikap tegas demi tercapainya hasil optimal. Selain itu saya mohon doa restunya semoga saya dan keluarga senantiasa diberi kesehatan, kekuatan lahir dan batin, serta dapat melaksanakan tugas berikutnya," tuturnya.

2. Soal Penyerangan prajurit TNI kepada warga Sibiru-biru, Hasan: semua kita proses, tidak ada yang kita tutup-tutupi

Foto bersama Pangdam I Bukit Barisan dengan seluruh prajurit (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Di depan awak media Letjen TNI Mochammad Hasan juga menyoal beberapa kasus yang terjadi sejak dirinya menjabat. Salah satunya ialah penyerangan sejumlah prajurit TNI kepada masyarakat Sibiru-biru.

"Sepengetahuan saya, sampai hari ini proses itu masih berlanjut dan kita akan tindak lanjuti. Nanti bisa ditindaklanjuti oleh Danpomdam," beber Hasan.

Ia menambahkan bahwa semua permasalahan hukum yang melibatkan prajurit Kodam 1 Bukit Barisan telah diproses. Termasuk apa yang terjadi di Armed, penanganannya sudah di bawah kendali Pangdam I Bukit Barisan.

"Saya, mewakili keluarga besar Kodam I Bukit Barisan mohon bantuan teman-teman media untuk menginformasikan kepada kami semua apabila ada prajurit melanggar atau terindikasi berbuat pelanggaran. Semua kita proses tidak ada yang kita tutup-tutupi," sebutnya.

3. 50 prajurit Batalyon Armed diperiksa, 25 ditetapkan sebagai tersangka

Letjen Mochammad Hasan sebut ada 25 prajurit di Batalyon Armed ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan di Sibiru-biru (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Penanganan kasus yang melibatkan anggota TNI disebut Hasan saat ini sudah sangat transparan. Pihaknya sudah menerima rekomendasi serta hasil temuan dari Komnas HAM hingga LPSK.

"Sudah (ditetapkan tersangka) ada 25 prajurit. Yang kita periksa lebih dari 50 prajurit, yang terindikasi," kata Hasan. 

Ia meminta maaf jika dalam penanganan tersebut prosesnya agak lama. Karena pihaknya melakukan sejumlah pemilahan dan penyelidikan yang komprehensif.

"Karena kita tidak boleh salah dalam menegakkan hukum, karena ini akan kita limpahkan ke Pengadilan. Jadi, sekali lagi, sekian kalinya saya meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Utara atas kejadian ini (Armed) dan kejadian lain. Yakinlah, kami TNI khususnya Kodam I Bukit Barisan yang ada di 4 Provinsi, Sumatera Utara, Kepri, Riau, dan Sumbar ini bahwa kami ada untuk rakyat, bukan kami membunuh rakyat," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article