Medan, IDN Times - Kesetaraan gender merupakan isu yang harus terus digulirkan, karena diskriminasi dan ketimpangan berdasar gender masih terjadi di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya, ancaman kekerasan seksual di lingkungan kampus yang hingga detik ini masih menghantui para perempuan.
Menyambut International Women’s Day 2022 diperingati 8 Maret 2022 mendatang, berikut IDN Times bagikan perspektif implementasi kesetaraan gender di Sumatra Utara.
Pada 2019, kasus dugaan pelecehan seksual dosen terhadap mahasiswa di Universitas Sumatera Utara menjadi sorotan publik. Lely Zailani, Pegiat Gender dan Pemerhati Perempuan, melakukan pendampingan kepada penyintas kekekerasan seksual di lingkungan kampus saat itu.
Ia memandang kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia pendidikan masih dianggap sebagai sesuatu yang mencederai nama baik kampus, sehingga tidak jarang kasus dibungkam dan penyintas menemui jalan buntu dalam mencari keadilan.
"Selama ini kampus tidak kondusif untuk memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual. Kasus ini masih dianggap sesuatu yang mencederai nama baik kampus apabila didiskusikan atau dibongkar. Jadi cenderung ditutupi," kata Lely yang juga merupakan Ketua Hapsari saat diwawancarai IDN Times Minggu (27/2/2022).
