Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Disdik Ungkap Ada 50 Sekolah di Sumut yang Bermasalah soal SNBP 2025
Suasana aksi demo dari siswa SMK Negeri 10 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Medan, IDN Times - Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara Muhammad Basir Hasibuan angkat bicara dan turut prihatin atas terjadinya kelalaian sekolah dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS). Akibatnya banyak siswa yang terancam gagal ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

"Hari ini, banyak yang kami dengar informasi. Sebenarnya kami sudah meminta data Minggu kemaren kepala sekolah ternyata banyak yang terlambat sekolah itu menginput data nilai PPDS atau nilai rapor yang mau dimasukkan ke dalam aplikasi PPDS tersebut," kata Basir, Kamis (6/2/2025).

Lanjutnya, panitia SNBP dari pusat selalu memberikan sosialisasi mulai dari 6 Januari 2025 sampai dengan 31 Januari 2025.

"Memang ada diperpanjang, tetapi satu setengah hari. Jadi memang, dari pemerintah tidak banyak masuk PPDS. Harapannya memang kepada Menteri Pendidikan khususnya Pemerintah berkesempatan," tuturnya.

1. Seharusnya miliki kesempatan untuk ikut dalam seleksi jalur prestasi di perguruan tinggi mencapai 20 persen

Suasana aksi demo dari siswa SMK Negeri 10 (IDN Times/Indah Permata Sari)

Meskipun, sebenarnya menurut Basir masih ada potensi bagi siswa untuk bisa berjuang masuk jalur SNBP. Artinya, siswa memiliki kesempatan untuk ikut dalam seleksi jalur prestasi.

Hal ini disayangkan. Sebab, seharusnya data atau finishnya PDSS memiliki kesempatan untuk ikut dalam seleksi jalur prestasi di perguruan tinggi mencapai 20 persen. Apalagi, jika sekolahnya memiliki status akreditasi A akan mendapat 40 persen kuota terkhusus, bagi peluang para siswa eligible.

2. Disdik Prov Sumut temukan 50 sekolah lalai menilai

Suasana aksi demo dari siswa SMK Negeri 10 Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Basir mengatakan sejauh ini, pihaknya sudah mengambil sampel atau contoh khusus pada SMA yang didominasi swasta. Sedangkan untuk sekolah negeri yang sudah berkoordinasi sejak kemaren lalu yang kemudian diperintahkannya untuk berangkat ke kementerian untuk meminta dan memohon dan membawa surat.

"Dan kita juga Dinas Pendidikan sudah memohon data SMA itu. Ada 50 ke kami yang terdata. Apakah sudah melapor semuanya? tetapi itu yang sudah dilaporkan cabang dinas ke kami dan sudah saya rekap kemaren untuk ditandatangani pak Kadis. Jadi, dimohonkan dibuka kembali," tutur Basir.

Dikatakannya bahwa, jangan gara-gara kelalaian tersebut ada 4.000 sekolah se-Indonesia yang nasibnya sama, sehingga mimpi para siswa yang berprestasi terkubur karena kelalaian dari pihak sekolah.

"Kita sudah surati ke Kementerian (Kemendikti Saintek), ini bentuk empati kita untuk memohon agar siswa diberi kesempatan. Meski sehari juga gak ada masalah, agar mereka bisa dimaksimalkan untuk mendaftar dan ada kesempatan. Karena tanggal 8 Februari masih dibuka SNPB yang sudah ada akun masuk dalam PDSS," ucapnya.

3. Disdik Sumut akan beri peringatan ke kepsek yang lalai

Suasana aksi demo dari siswa SMK Negeri 10 Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Terkait kendala atau kesalahan yang terjadi, dikatakan Basir bahwa kelalaian ada pada di sekolah. Namun, dia meminta agar kelalaian ini tidak divakum mati untuk banyak hal.

"Karena ini anak bangsa, mereka punya mimpi yang luar biasa untuk ke depan, dan kami Dinas Pendidikan juga tidak tentu membiarkan kelalaian ini saya sudah memberikan surat ke Kadis dan minggu depan akan kami panggil kepala sekolah dan minta keterangan," katanya.

Nantinya kalau memang murni itu adalah kelalaian karena akibat human error, mereka akan memberikan peringatan yang keras. "Karena mimpi anak kita ini memang 20 persen, tapi ada kesempatan untuk bisa dicapai mereka dan belajar keras dari dulu," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article