Orangutan Kalimantan (dok.BOSF)
Tingkat akurasi dan spesifisitas dalam tiap proses analisis juga meningkat, seperti pengukuran rasio gender dan umur, tingkat viabilitas tiap-tiap populasi. Teknologi AWS mendukung mereka dalam memantau kondisi setiap satwa secara akurat dan cepat, apakah mereka sedang hamil, sakit, atau mengalami luka yang membutuhkan perawatan segera.
Teknologi machine learning yang diadopsi oleh WWF-Indonesia punya peran yang berarti, terutama dalam meningkatkan akurasi dan pemanfaatan data populasi orangutan. Teknologi ini sangat membantu, terlebih dengan jumlah ahli konservasi yang terbatas seperti situasi saat ini.
WWF-Indonesia, berencana untuk mengekslorasi lebih lanjut pemanfaatan layanan machine learning lainnya, seperti Amazon Rekognition, yakni layanan imaji dan gambar untuk mendukung ditingkatkannya kecepatan dan akurasi pada proses identifikasi dan pelacakan populasi-populasi orangutan yang ada.
“Sebagai organisasi nirlaba, kami selalu berupaya untuk menemukan solusi agar mampu bekerja lebih cerdas dan dapat mengoptimalkan sumber daya secara lebih efektif supaya setiap misi konservasi yang kami lakukan dapat terlaksana dengan lebih baik. Dengan menggunakan teknologi AWS, seperti Amazon SageMaker dan Amazon S3, kami mulai membuat peranti yang dapat diakses oleh para surveyor di lapangan, bahkan bagi mereka yang punya keahlian dan kapasitas terbatas, sehingga mereka dapat mengidentifikasi satwa liar di habitat aslinya dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dengan penggunaan teknologi yang cermat dan tepat guna, inovasi ini akan membantu ahli di bidang biologi dan konservasi dalam memantau perilaku satwa liar sepanjang waktu secara efektif dan juga efisien dari segi biaya. Dengan demikian, kami dapat mengalokasikan sumber daya yang ada secara lebih optimal untuk meningkatkan upaya pemantauan dan berinvestasi lebih untuk upaya-upaya konservasi,” kata Aria Nagasastra, Director of Finance and Technology WWF-Indonesia.