Penganiayaan yang diduga dilakukan Aditya Hasibuan, anak pejabat Polda Sumut AKBP Achiruddin Hasibuan Desember 2022 lalu. (Istimewa)
Karena penganiayaan itu, KA menderita luka cukup parah. Kata Elfi, anaknya mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Anaknya juga mendapat sejumlah jahitan.
Keesokan hari setelah dianiaya, kepala KA tidak bisa dimiringkan. Dia juga sudah melakukan pemindaian di rumah sakit untuk mengetahui dampak penganiayaan.
Namun, pengobatan di Medan sempat terhambat. Lantaran, KA harus kembali ke Manchester, Inggris, karena ada ujian di kampusnya.
“Dalam keadaan sakit, dia balik untuk kuliah. Sampai di sana, dia berobat jalan,” katanya.
Sampai saat ini, dampak penganiayaan masih dirasa KA. Dia belum bisa melihat dengan jelas.
“Dia gak bisa lihat cahaya. Kalau lihat tulisan kabur-kabur,” ungkapnya.
Video penganiayaan Aditya Hasibuan terhadap KA viral di media sosial. Kasus itu dipicu obrolan di media sosial. Kemudian Aditya melakukan perusakan spion mobil mini cooper yang dikendarai KA, 21 Desember 2022.
Pada 22 Desember 2022, KA dan beberapa temannya datang ke rumah Adit. Mereka ingin meminta pertanggungjawaban kerusakan spion. Bukan ganti rugi, malah bonyok didapat. KA dianiaya dengan brutal dan disaksikan langsung oleh AKBP Achiruddin. Bahkan dia juga menyemangati anaknya untuk terus menghajar KA.
Informasi yang dihimpun, KA dan temannya juga mendapat ancaman senjata laras panjang. Ihwal kasus pengancaman ini tengah didalami Polda Sumut.
AKBP Achiruddin dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Ditnarkoba Polda Sumut sejak awal April lalu. Dia terbukti melakukan pembiaran dan pelanggaran kode etik kepolisian.