BPJS Ketenagakerjaan dan Serikat Pekerja Kuatkan Kesadaran K3 di Medan

- BPJS Ketenagakerjaan dan Serikat Pekerja kembali gelar Pelatihan K3 Dasar di Medan.
- Pelatihan diikuti oleh ratusan peserta dari tiga organisasi besar, sebagai bagian dari rangkaian pelatihan serupa di lima kota di Indonesia.
- Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut menambahkan budaya K3 yang berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap program jaminan sosial akan membawa manfaat bagi pekerja maupun perusahaan.
Medan, IDN Times- Upaya pemerintah menumbuhkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus digencarkan. Didukung BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan kembali menyelenggarakan Pelatihan K3 Dasar bagi perwakilan serikat pekerja yang tergabung dalam Konsorsium Aliansi K3.
Pelatihan di Medan ini diikuti oleh ratusan peserta dari tiga organisasi besar, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pelatihan serupa yang akan digelar di lima kota di Indonesia.
1. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3

Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Indra, menegaskan bahwa rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3 masih menjadi tantangan serius.
“K3 belum menjadi budaya kita. Banyak pekerja yang masih menganggap penggunaan APD hanya kewajiban, bukan kebutuhan. Padahal inilah faktor yang memicu tingginya angka kecelakaan kerja,” ujarnya.
Indra menambahkan, Menteri Ketenagakerjaan sejak November 2024 telah menekankan pentingnya program promotif dan preventif, termasuk penyediaan anggaran khusus, agar angka kecelakaan kerja dapat ditekan secara signifikan. Ia juga mengapresiasi langkah cepat BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menggulirkan pelatihan K3 di Batam dan Medan.
“Mudah-mudahan tahun depan program ini makin masif dan budaya K3 benar-benar menjadi kebutuhan bersama,” imbuhnya.
2. Serikat harus berada di garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai K3

Selain itu, Indra menekankan pentingnya peran serikat pekerja dalam mengawal penerapan K3. “Peran serikat bukan hanya soal advokasi PHK atau aksi demonstrasi, tapi juga memastikan K3 benar-benar ditegakkan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat menekankan bahwa penghormatan terhadap K3 merupakan cerminan peradaban bangsa.
“Keselamatan kerja harus dihargai oleh semua pihak—pemerintah, pengusaha, maupun serikat buruh. Serikat harus berada di garda terdepan dalam mengawal nilai-nilai K3,” katanya.
3. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak terbentuknya budaya K3 yang kuat

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, I Nyoman Suarjaya, menambahkan budaya K3 yang berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap program jaminan sosial akan membawa manfaat besar bagi pekerja maupun perusahaan.
“Lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman akan meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing perusahaan,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak terbentuknya budaya K3 yang kuat, sehingga pekerja lebih terlindungi dan perusahaan semakin kompetitif