Wisata alam dan budaya di Gampong Nusa, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Salah satu aktivitas yang ditawarkan kepada pengunjung adalah belajar menganyam menggunakan bahan rotan dan daun kelapa. Keterampilan tersebut bukan sekadar kegiatan kerajinan tangan, melainkan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Daun kelapa, misalnya, dahulu dapat dimanfaatkan anak-anak untuk membuat mainan sederhana, termasuk pedang-pedangan. Permainan seperti ini kini semakin jarang terlihat di tengah perubahan kebiasaan bermain anak-anak.
Mak Bit menjelaskan, pengelola sengaja mempertahankan kegiatan menganyam karena memiliki nilai budaya yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda.
“Kenapa kita masih memakai, mengajari itu atau menjual itu ke wisatawan? Itu merupakan kearifan lokal,” ujarnya.
Melalui paket tersebut, pengunjung tidak hanya melihat hasil kerajinan, tetapi juga berkesempatan mempelajari proses pembuatannya secara langsung.
Selain menganyam, Gampong Nusa menawarkan paket permainan tradisional yang mengajak pengunjung bernostalgia sekaligus mengenal kebudayaan lokal. Berbagai permainan seperti lompat karet, petak umpet, galah panjang, dan bola menjadi bagian dari aktivitas yang disediakan.
Menurut Mak Bit, permainan tradisional perlu diperkenalkan kembali karena kebiasaan anak-anak sekarang semakin dekat dengan perangkat digital.
“Sekarang ini anak-anak di dunia gadget ini tidak pernah lagi bermain seperti kami dulu bermain karet, bermain petak umpet, bermain galah panjang, bermain bola,” ungkapnya.
Pengelola juga menyediakan paket tari tradisional Aceh. Wisatawan dapat memilih untuk belajar menari atau menyaksikan pertunjukan yang dibawakan oleh penampil setempat.
Salah satu pertunjukan yang dapat dipesan adalah tari Ranup Lampuan, tarian penyambutan tamu yang dikenal dalam kebudayaan Aceh.
Mak Bit mengatakan, paket belajar tari dan pertunjukan memiliki konsep berbeda. Pengunjung yang memilih belajar akan diajak mengenal gerakan tari, sedangkan pertunjukan disajikan oleh penari dengan mengenakan pakaian tradisional.
“Jadi antara belajar dengan perform itu paketnya berbeda. Kalau untuk perform ini memang penampilan mereka dengan paket baju tradisional, tetapi untuk belajar ya mengajari tamu-tamu belajar tari tradisional,” jelasnya.