Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aceh Culinary Festival, Ragam Kuliner dan 1.001 Gelas Sanger Gratis
ilustrasi kopi sanger (commons.wikimedia.org/Si Gam)
  • Aceh Culinary Festival 2026 digelar 11–14 September di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, sebagai seri pertama tanpa APBA dan melibatkan puluhan komunitas serta UMKM.
  • Festival menyajikan kuliner Aceh, Nusantara, hingga internasional melalui paviliun, belanga kuah khas delapan etnis Aceh, pasar tradisional, dan stan makanan kontemporer, plus diskusi serta demonstrasi.
  • Sanger Day membagikan 1.001 gelas sanger gratis melalui registrasi barcode; festival juga menampilkan Seudati Tunang oleh generasi muda dalam empat babak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Aceh Culinary Festival (ACF) bakal kembali digelar pada 11 sampai 14 September 2026. Kegiatan yang tidak hanya menampilkan ragam kuliner asal Tanah Rencong ini akan dipusatkan di Kompleks Taman Sulthanah Safiatuddin, Kota Banda Aceh.

Meski sempat vakum selama dua tahun, akan tetapi acara yang masuk Top 10 kegiatan terbaik Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia tersebut tampaknya tahun ini bakal lebih meriah.

Berkolaborasi dengan puluhan komunitas, UMKM, maupun inisiatif kreatif yang ada di Tanah Rencong dan daerah lain, kegiatan ini menjadi series pertama tanpa alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sejak event ini dilaksanakan pertama kali pada 2014.

“Kontribusi Pemerintah Aceh tidak melulu harus anggaran, saat ini Pemerintah Aceh tetap hadir sebagai strategic partner dan mengayomi gerakan kolektif yang kami gagas,” kata Founder sekaligus Festival Director ACF, Wan Windi Lestari.

Melihat banyaknya pihak yang terlibat dalam event ini, kira-kira apa saja kegiatan, penampilan, dan pameran di acara ini? Berikut ulasannya.


1. Sajikan kuliner Aceh hingga internasional

Kuah Beulangong (IDN Times/Muhammad Saufullah)

Windi mengatakan ACF 2026 akan menyajikan beragam kuliner lokal, Nusantara, hingga internasional. Sajian tersebut mencakup makanan tradisional hingga kuliner kontemporer atau modern.

Salah satunya Cerita Warisan Rasa yang menghadirkan 10 paviliun kuliner dari berbagai daerah.

Kemudian Khanduri Raya Kuah-Kuah Aceh yang menyediakan delapan belanga dengan delapan rasa berbeda dari delapan etnis asli Aceh.

Ada pula Galarasa Nusantara yang menghadirkan beragam kuliner dan produk dari berbagai daerah di Indonesia dengan konsep seperti pasar tradisional.

Sementara Bandar Rasa akan menjadi ruang bagi stan yang menjajakan makanan kontemporer atau kekinian.

Selama empat hari pelaksanaan, ACF juga akan diisi berbagai kegiatan seperti diskusi, pelatihan, dan demonstrasi yang berkaitan dengan dunia kuliner.


2. Sanger Day bagikan 1.001 gelas secara gratis

Persiapan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Salah satu agenda yang kembali menjadi daya tarik ACF 2026 adalah Sanger Day. Sebanyak 1.001 gelas sanger akan dibagikan secara gratis selama empat hari pelaksanaan.

Salah seorang penggagas Sanger Day, Nasrul, mengatakan pembagian sanger dilakukan menggunakan sistem registrasi melalui barcode.

“Jadi kebetulan di Sanger Day 2026, kita menggratiskan 1.001 gelas sanger. Ada kode batang (barcode) yang mengarahkan untuk mengisi data,” kata Nasrul.

Setelah melakukan registrasi, pengunjung mendapatkan barcode yang kemudian dipindai panitia di stan Sanger Corner. Pengunjung selanjutnya memperoleh kupon untuk ditukarkan di warung kopi yang berpartisipasi.

“Jadi 1.001 gelas sanger itu kita bagi ke dalam empat hari, bukan satu hari. Setiap hari sekira 250 gelas yang digratiskan sesuai tanggal pengambilan, lewat dari situ berarti tidak beruntung,” ujarnya.

Selain pembagian sanger gratis, Sanger Day 2026 juga menghadirkan proyek kolektif berupa buku berjudul Sangerologi.

Buku tersebut nantinya berisi tulisan yang dikumpulkan dari masyarakat maupun pihak yang ingin berkontribusi mengenai sanger.

“Salah satu highlight tahun ini adalah, kita coba buat satu buku namanya Sangerologi. Di mana ini adalah projek kolektif. Nanti teman-teman bisa tulis, kirim ke kita nanti kita rekap semuanya dan jadikan buku,” kata Nasrul.

Buku tersebut ditargetkan diluncurkan pada 12 Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Peringatan Sanger Sedunia. Peluncuran akan dirangkai dengan kegiatan bedah buku setelah proses pencetakan selesai.


3. Pertunjukan Seudati Tunang di Panggung Budaya Aceh Culinary Festival 2026.

ilustrasi tari seudati (YouTube.com/Lembaga Buana Group)

Ajang perhelatan kuliner tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 sampai 14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, serta direncanakan bakal dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa.

Seniman etnik sekaligus pendiri komunitas Saleum, Imam Juaini menyampaikan bahwa pihaknya siap menampilkan pertunjukan Seudati Tunang yang berbeda dari biasanya.

“Seudati Tunang kali ini dikemas dengan nuansa yang lebih segar karena dibawakan langsung oleh generasi muda,” kata Imam.

Imam menjelaskan, pertunjukan ini akan melibatkan dua grup syekh yang akan tampil bergantian dalam empat babak (naik-turun).

“Pertunjukan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain itu, lirik yang dibawakan oleh setiap grup Seudati juga telah melalui proses kurasi atau penyaringan,” ujarnya.


4. Puluhan komunitas ramaikan Aceh Culinary Festival

Persiapan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Aceh Culinary Festival 2026 yang dijadwalkan akan  dihadiri Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa tersebut turut melibatkan puluhan komunitas dari berbagai bidang. 

Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana festival yang tidak hanya berfokus pada kuliner, tetapi juga seni, budaya, kreativitas, hingga gaya hidup masyarakat.

Sejumlah komunitas dan mitra yang terlibat di antaranya Indonesia Gastronomy Network, Wonderful Indonesia Gastronomy, Dewan Kuliner Indonesia, Kelas Pagi Pangan, Rumah Intaran, Pengalaman Rasa Gastronomy, Peringatan Sanger Day, serta Ikatan Ahli Boga Aceh.

Lalu Ribunara Permakultur Initiative, Hip Hop Jam 13 Regional Competition, Komunitas Saleum, Aceh Bermain, Koskah, Sahabat Hijau, Komunitas Melati, Gampong Fotoyu Aceh, Kompakers Aceh, Lari5KmPhoto5Gb, Wisata Aceh, serta Aceh Food Guide.

Selanjutnya UMKM Banda Aceh, Kuliner Banda Aceh, Classic Photobooth, Tuah Serigrafia, Kreasi Baru, Amel Group, Rumah Produksi Timur Djauh, Aceh Kini, dan Promotor Event EXO Production.


Editorial Team

Related Article