Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PSMS Kalah 3 Kali di Piala Presiden, Ini Evaluasi Eko Purdjianto
Duel PSMS kontra Persijja di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (dok.PSMS)
  • PSMS Medan menutup Grup B Piala Presiden Elite 2026 dengan kekalahan 1-4 dari Persija Jakarta, sekaligus menelan tiga kekalahan sepanjang turnamen.
  • Pelatih Eko Purdjianto menilai kesalahan sendiri turut memengaruhi hasil, sementara laga melawan Persija, Persebaya, dan Port FC menjadi tolok ukur kesiapan tim.
  • Rotasi pemain dilakukan karena sejumlah pemain cedera dan untuk memetakan komposisi terbaik; bek Gufron mengakui PSMS masih memiliki banyak kekurangan jelang Championship 2026/2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times- Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, langsung mengalihkan fokus pada evaluasi tim usai kekalahan 1-4 dari Persija Jakarta pada laga terakhir Grup B Piala Presiden Elite 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, hasil minor tersebut menjadi pelajaran berharga untuk membenahi Ayam Kinantan sebelum mengarungi Championship 2026/2027.

Eko mengakui Persija tampil lebih baik dan pantas meraih kemenangan. Namun, ia menegaskan kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tim.

"Yang pertama, apresiasi buat Persija yang berhasil menang 4-1," ujarnya usai pertandingan.

1. Eko nilai PSMS banyak lakukan kesalahan sendiri

Ikhsan Can merayakan gol ke gawang Persija pada laga Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (dok.PSMS)

Menurut Eko, kekalahan itu tidak hanya dipengaruhi kualitas lawan, tetapi juga karena kesalahan yang dilakukan para pemainnya sendiri.

"Terlepas dari kesalahan-kesalahan kita sendiri, ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Ke depan, terutama menghadapi kompetisi, tentu akan kita perbaiki," katanya.

Pelatih berusia 48 tahun itu juga menilai keikutsertaan PSMS di Piala Presiden Elite memberikan pengalaman penting. Menghadapi klub-klub kuat seperti Persija, Persebaya Surabaya, dan Port FC menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

Ia bahkan memuji kualitas penyelenggaraan Piala Presiden Elite yang dinilai semakin kompetitif dari tahun ke tahun.

"Turnamen Piala Presiden ini semakin berkualitas. Lawan-lawan yang kita hadapi juga sangat bagus. Semoga ke depannya Piala Presiden semakin berbobot dan semakin layak dinikmati seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

2. Rotasi pemain yang dilakukan sepanjang turnamen

Duel PSMS kontra Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (dok.PSMS)

Eko juga menjelaskan rotasi pemain yang dilakukan sepanjang turnamen tidak terlepas dari badai cedera yang melanda skuad PSMS.

"Kita tahu ada beberapa pemain yang absen karena cedera. Makanya kita coba Ikhsan. Memang dia lebih bagus bermain di depan, terutama dari sisi kiri. Tadi akhirnya proses gol juga dilakukan oleh Ikhsan," ungkapnya.

Menurutnya, seluruh pemain sengaja diberi kesempatan tampil agar tim pelatih memiliki gambaran lengkap mengenai komposisi terbaik menjelang Championship 2026/2027.

"Semua pemain kita coba. Harapannya tentu untuk mematangkan tim ke depannya," ucap Eko

3. Bek PSMS akui banyak PR untuk tim

Duel PSMS kontra Persijja di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (dok.PSMS)

Senada dengan sang pelatih, bek PSMS Gufron mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia berharap seluruh kekurangan yang terlihat selama Piala Presiden Elite dapat segera dibenahi.

"Turnamen ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami akan memperbaiki semua kekurangan dan mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi Liga 2 (Championship)," katanya.

Editorial Team

Related Article