Pertandingan ini menjadi debut bagi Muhammad Ridwan yang baru beberapa hari direkrut untuk menggantikan Jaya Hartono sebagai pelatih kepala Persiraja.
Jelang Debut, Pelatih M Ridwan Fokus Benahi Penguasaan Bola Persiraja

- Persiraja Banda Aceh menjamu Sumsel United pada 2 Oktober 2026 di Stadion H Dimurthala, menjadi debut Muhammad Ridwan sebagai pelatih kepala pengganti Jaya Hartono.
- Ridwan membenahi penguasaan bola setelah mengevaluasi tiga laga sebelumnya, serta menilai kepercayaan diri, antusiasme, dan kerja keras pemain dalam latihan tetap positif meski tiga kali kalah.
- Persiraja mewaspadai organisasi bertahan dan determinasi Sumsel United; Ridwan masih memantau kondisi Miftah Ali Nao serta mengajak suporter hadir mendukung tim.
Banda Aceh, IDN Times - Persiraja Banda Aceh bakal menjamu Sumsel United pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Laga lanjutan pekan keempat Grup A Championship 2026/2027 tersebut digelar di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh.
1. Muhammad Ridwan fokus benahi penguasaan bola

Pelatih Persiraja Banda Aceh, M Ridwan (kanan). (IDN Times/Muhammad Saifullah) Ridwan mengatakan salah satu hal yang menjadi fokus pembenahan setelah melihat tiga pertandingan sebelumnya adalah penguasaan bola.
Dia mengaku telah mengevaluasi penampilan Persiraja dalam tiga pertandingan sebelumnya. Dari evaluasi tersebut, penguasaan bola menjadi salah satu aspek yang ingin diperbaiki.
“Kita sudah melihat tiga pertandingan tersebut, kita menyimpulkan salah satunya nanti yang akan kita perbaiki adalah soal penguasaan bola,” kata Ridwan, dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, pembenahan tersebut sudah dilakukan dalam sesi latihan dengan menyesuaikan game model yang akan diterapkan.
Ia melihat perkembangan positif dari para pemain, terutama dalam hal kepercayaan diri ketika menguasai bola, melakukan umpan, bergerak, dan membuka ruang.
“Confidence pemain ketika menguasai bola, pegang bola, passing, pergerakannya, membuka ruang, dan segala macam itu sangat-sangat baik. Jadi itu menambah keyakinan dan motivasi kita untuk bisa meraih tiga poin di pertandingan besok,” katanya.
2. Ridwan nilai mental pemain tidak terpuruk

Pelatih Persiraja Banda Aceh, M Ridwan (tengah). (IDN Times/Muhammad Saifullah) Persiraja datang ke pertandingan ini dengan catatan tiga kekalahan beruntun. Namun, Ridwan menilai hasil tersebut tidak membuat mental para pemain terpuruk.
Ia melihat antusiasme dan effort pemain selama latihan sebagai indikator bahwa mereka masih memiliki motivasi untuk meraih kemenangan.
“Terkait dengan kondisi mental anak-anak di tiga pertandingan yang sebelumnya belum bisa memenangkan pertandingan, saya melihat indikasinya adalah di latihan. Ketika saya melihat indikasi di latihan, anak-anak antusias, effort-nya bagus,” ujarnya.
Menurut Ridwan, para pemain justru menunjukkan keinginan kuat untuk memperbaiki hasil pada pertandingan berikutnya.
“Jadi, kedudukan tiga pertandingan itu membuat mereka terpuruk, faktanya Insyaallah tidak,” katanya.
Ridwan juga belum memastikan seluruh pemain yang akan diturunkan menghadapi Sumsel United. Ia masih akan melihat kondisi pemain pada sesi latihan terakhir.
Salah satu pemain yang masih dipantau adalah Miftah Ali Nao yang baru pulih dari cedera dan telah mengikuti sekitar dua kali latihan bersama tim.
“Kita masih pantau terus, kita masih lihat terus bagaimana progres dari cederanya,” kata Ridwan.
3. Waspadai Sumsel United dan ajak suporter ke stadion

Pelatih Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan. (IDN Times/Muhammad Saifullah) Ridwan juga memberikan perhatian khusus kepada Sumsel United yang akan menjadi lawan Persiraja. Ia menilai tim tersebut memiliki organisasi permainan yang baik meski hasil yang diraih sejauh ini belum maksimal.
Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, juga disebutnya sebagai salah satu pelatih yang mampu memberikan warna berbeda kepada tim yang ditanganinya.
“Terkait dengan head coach dari Sumsel sendiri, M. Nasuha adalah kawan saya dan tergolong juga kawan baik saya. Sebagai pribadi, M. Nasuha adalah pribadi yang baik, pribadi yang menyenangkan, mengasyikkan,” ujarnya.
Namun, Ridwan tetap melihat Nasuha sebagai pelatih yang patut diwaspadai berdasarkan permainan yang ditunjukkan timnya.
“Kita lihat ketika kita berbicara tentang organisasi bertahan, bertahannya sangat kompak, pemainnya juga penuh determinasi. Dan itu tidak gampang membuat kondisi seperti itu. Itu pasti pengaruh dari coach, itu sangat besar,” katanya.
Ridwan menilai Sumsel United tetap berpotensi memberikan kesulitan bagi Persiraja, terutama karena mereka juga membutuhkan poin.
“Jadi, M. Nasuha adalah salah satu pelatih yang bagus, dan Sumsel, meskipun hasil yang didapatkan kurang baik, bisa jadi ini adalah momen tambahan motivasi juga buat mereka untuk bisa mencuri poin di sini. Dan itulah kenapa di awal tadi saya bilang bahwa Sumsel adalah tim yang memang sangat-sangat patut untuk diwaspadai,” jelasnya.
Ridwan juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan suporter Persiraja yang hadir menyaksikan latihan tim dalam beberapa hari terakhir.
“Di latihan hari-hari yang kita lakukan, suporter itu juga datang banyak yang menyaksikan latihan kita di Stadion Dimurthala. Jadi kita melihat bahwa support yang diberikan oleh suporter kita itu luar biasa besar,” katanya.
Ia berharap dukungan tersebut berlanjut saat pertandingan dan mengajak suporter memenuhi Stadion H Dimurthala.
“Besok kita berharap juga suporter akan terus mendukung kita. Dan saya mengajak untuk semua suporter untuk datang ke stadion untuk melihat, mendampingi, dan mewujudkan tiga poin,” ujar Ridwan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)














