Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Latihan Perdana, Ridwan Fokus Angkat Moril Pemain Persiraja

Kota Medan
4 min read
Latihan Perdana, Ridwan Fokus Angkat Moril Pemain Persiraja
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Muhammad Ridwan memimpin latihan perdana Persiraja setelah menggantikan Jaya Hartono, didampingi tiga staf: Edi Hafid M, Zulkarnain, dan Naufal Arkan.

  • Ridwan menilai Persiraja memiliki skuad serta talenta yang mampu bersaing, dan menerima tawaran karena melihat kualitas tim serta basis pendukungnya.

  • Menghadapi tiga kekalahan beruntun, Ridwan memprioritaskan pemulihan mental dan motivasi pemain menjelang laga kontra Sumsel United; evaluasi skuad dilanjutkan setelah pemain inti pulih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Muhammad Ridwan yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala Persiraja Banda Aceh langsung memimpin latihan di Stadion H Dimurthala, pada Senin (28/9/2026) sore. Ia turut didampingi tiga pelatih lain yang akan membantu menangani Laskar Rencong.

Seperti diketahui, Muhammad Ridwan ditunjuk sebagai pelatih kepala untuk menggantikan posisi Jaya Hartono yang diberhentikan pada Minggu (27/9/2026). Pengumuman eks pemain timnas Indonesia itu baru diketahui pada Senin, melalui Instagram Media Official Persiraja.


  1. 1. Muhammad Ridwan sebut Persiraja punya skuad yang bisa bersaing

    WhatsApp Image 2026-09-28 at 22.09.19 (1).jpeg
    Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Muhammad Ridwan mengaku bersyukur sekaligus merasa terhormat mendapat kesempatan menangani Persiraja. Tawaran tersebut datang pada Jumat dan langsung dibahas secara serius bersama manajemen.

    “Pertama saya merasa bersyukur dan saya merasa terhormat untuk bisa ada di sini. Saya mengapresiasi apa yang ditawarkan kepada saya,” kata Ridwan.

    Menurutnya, proses pembicaraan dengan manajemen berlangsung singkat tanpa banyak basa-basi. Kedua pihak kemudian bertukar pikiran hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

    Ridwan mengaku tertarik menerima tawaran tersebut karena melihat Persiraja sebagai tim yang memiliki basis pendukung kuat. Ia juga memiliki pengalaman menghadapi Laskar Rencong ketika masih menangani Garudayaksa FC.

    “Karena saya melihat Persiraja ini adalah tim yang baik. Tim yang punya basis pendukung yang bagus. Terakhir main di sini, ketika masih bersama Garudayaksa, kita susah payah mendapatkan satu poin. Maka impresi waktu pertama kali datang ke sini itu, Persiraja adalah tim yang sangat baik, makanya saya menerima tawaran itu,” katanya.

    Sebelum memutuskan menerima tawaran, Ridwan mengaku terlebih dahulu melihat kondisi skuad dan beberapa pertandingan yang telah dijalani Persiraja.

    “Saya melihat Persiraja mempunyai skuad yang bisa bersaing. Beberapa talenta sangat baik, saya yakin ke depan kita bisa bicara sama-sama, kita bisa membawa prestasi yang lebih baik,” ujarnya.


  2. 2. Tiga kekalahan jadi tantangan, Ridwan fokus angkat moril pemain

    WhatsApp Image 2026-09-28 at 22.09.19.jpeg
    Sesi latihan para pemain Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Ridwan menyadari kondisi Persiraja saat ini tidak ideal. Laskar Rencong baru saja menelan tiga kekalahan beruntun di awal kompetisi.

    Dengan waktu yang terbatas menuju pertandingan berikutnya, Ridwan mengatakan hal pertama yang akan dilakukan adalah mengembalikan mental dan motivasi para pemain.

    “Memang kondisi seperti ini kurang ideal. Saya pernah mengalami kondisi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih,” kata Ridwan.

    Ia mengaku memahami perasaan pemain karena pernah berada dalam situasi serupa. Karena itu, Ridwan memiliki pendekatan tersendiri untuk mengangkat moril pemain agar kembali fokus menghadapi pertandingan berikutnya.

    “Saya tahu rasanya apa yang dirasakan oleh pemain, maka ketika saya tahu rasanya dan karena saya pernah merasakan, saya punya treatment untuk mereka. Supaya bagaimana mengangkat moril mereka, mengangkat motivasi mereka untuk tetap menatap pertandingan ke depan itu dengan target tiga poin,” ujarnya.

    Ridwan mengakui masa adaptasinya bersama tim sangat singkat. Namun, kondisi tersebut bukan sesuatu yang asing baginya karena pernah menghadapi situasi serupa ketika menerima tawaran menangani Garudayaksa FC.

    “Memang adaptasinya tidak banyak, singkat. Tetapi, hal yang sama juga mungkin terjadi di pelatih-pelatih yang mengambil tantangan seperti ini. Jadi, di kesempatan yang lalu kondisinya sama seperti ini, saya juga mengambil tawaran pelatihan untuk Garudayaksa juga seperti ini, jadi Insyaallah kami berusaha secara maksimal,” katanya.

    Ia berharap persiapan singkat tersebut tetap bisa menghasilkan perubahan saat Persiraja menghadapi Sumsel United.

    “Insyaallah di pertandingan melawan Sumsel nanti, kita bisa membuktikan hasilnya,” ujar Ridwan.


  3. 3. Tiga staf dibawa, pelatih fisik menyusul

    WhatsApp Image 2026-09-28 at 22.09.22.jpeg
    Sesi latihan para pemain Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

    Pada latihan perdana, Ridwan belum melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi pemain. Menurutnya, sebagian pemain inti masih menjalani proses pemulihan sehingga belum mengikuti latihan.

    “Ini masih dalam proses recovery. Jadi ada beberapa pemain inti tidak berlatih. Yang lain juga intensitas latihannya tidak terlalu tinggi, karena hari pertama kita latihan,” jelasnya.

    Ridwan mengatakan penilaian terhadap kualitas pemain baru bisa dilakukan lebih jauh pada latihan berikutnya.

    “Mungkin besok kita bisa melihat kualitas dari para pemain. Sejauh ini kita melihat yang ditunjukkan para pemain saat ini sangat bagus,” katanya.

    Dalam menangani Persiraja, Ridwan saat ini membawa tiga staf untuk melengkapi tim kepelatihan yang ditinggalkan setelah pemberhentian Jaya Hartono dan jajaran pelatih sebelumnya.

    “Sekarang ini masih tiga. Karena staf yang kemarin sudah tidak ada di sini, jadi saya mengisi staf-staf yang kosong ditinggalkan itu,” ujarnya.

    Ketiga staf tersebut yakni Edi Hafid M sebagai asisten pelatih, Zulkarnain sebagai pelatih kiper, dan Naufal Arkan sebagai analis.

    Ridwan mengatakan masih terbuka kemungkinan adanya tambahan staf, khususnya untuk posisi pelatih fisik.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More