Pernyataan resmi Liga TopSkor Indonesia (instagram/ligatopskor)
Menanggapi ini Liga Topskor Indonesia membuat pernyataan. Kompetisi usia dini yang rutin digelar setiap tahun itu menyampaikan keprihatiannya.
"Liga TopSkor Indonesia menyampaikan rasa prihatin dan penyesalan yan mendalam atas kegagalan salah satu tim perwakilan Liga TopSkor Sumatra Utara mengikuti TopSkor National Championship (TNC) 2026 akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab oleh oknum panitia Liga TopSkor Regional Sumatra Utara."
"Perlu ki tegaskan bahwa dugaan penyelewengan dana keberangkatan yang dilakukan oknum panitia tersebut, sepenuhnya berada di luar kuasa maupun kewenangan Liga TopSkor Indonesia selaku penyelengara TNC. Liga TopSkor Indonesia tidak menerima, mengelola, ataupun terlibat dalam proses pengumpulan maupun pengelolaan dana keberangkatan kontingen dari masing-masing regional/zona."
"Liga TopSkor Indonesia menghormati proses hukum yang sedang maupun akan berjalan serta mendukung upaya penungkapan fakta secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku."
Selanjutnya Liga TopSkor Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap melanisme koordinasi dengan seluruh penyelenggara regional/zona guna memerkuat tata kelola dan meminimalkan potensi terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang, demi menjaga kepercayaan seluruh peserta dan masyakat terhadap kompetisi Liga TopSkor di Indonesia.
Sementara PSSI Sumatra Utara juga bereaksi. Lewat pernyataan resminya di akun instagram, PSSI SUmut akan segera memanggil pihak Liga Top Skor Indonesia untuk mengevaluasi kompetisi Liga TopSkor di Sumatra Utara. "PSSI umut menegaskan bahwa setiap kegiatan wajib dilaksanakan sesuai regulasi, rekomendasi, serta sejalan dengan visi dan misi pembinaan sepak bola PSSI Sumut. Apalagi peyelenggara tidak mematuhi ketentuan tersebut, PSSI Sumatra Utara tidak akan memberikan rekomendasi ataupun dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut di Sumatra Utara pada masa mendatang," demikian pernyataan resmi PSSI Sumut.