Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Comeback Dramatis! Paya Bakung United Kibarkan Persaingan di Grup C
Pemain Payabakung United selebrasi usai menumbangkan Tanjungbalai United pada lanjutan Liga 4 di Stadion United, Minggu (29/3/2026) (dok.Liga 4 Sumut)
  • Paya Bakung United bangkit dari ketertinggalan dan menang 2-1 atas Tanjungbalai United lewat dua gol telat, memastikan posisi puncak sementara Grup C Liga 4 Piala Gubernur Sumut 2025/26.
  • Pelatih Sakti Yasin Nasution menilai kartu merah lawan membantu momentum timnya, namun menegaskan fokus utama tetap pada lolos ke babak berikutnya, bukan sekadar juara grup.
  • Tanjungbalai United menyalahkan jadwal padat atas kekalahan mereka, sementara hasil imbang Muspika FC kontra Pelita Medan Soccer membuat persaingan di Grup C semakin ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- Paya Bakung United menunjukkan mental baja dalam perburuan tiket fase berikutnya Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara 2025/26. Sempat tertinggal lebih dulu, mereka bangkit dan membalikkan keadaan lewat dua gol telat untuk menaklukkan Tanjungbalai United 2-1 pada matchday kedua Grup C di Stadion Mini Unimed, Minggu (29/3/2026) petang.

Laga berjalan ketat sejak awal, namun Tanjungbalai United berhasil mencuri keunggulan lebih dulu melalui M. Hapis pada menit ke-51. Gol tersebut sempat membuat Paya Bakung berada dalam tekanan dan berpacu dengan waktu.

Namun, momentum berubah drastis memasuki 15 menit akhir pertandingan. Paya Bakung memanfaatkan situasi setelah lawan kehilangan satu pemain akibat kartu merah. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah hasil di menit ke-78 lewat gol Rohid Adriano Limbong Sihole yang menyamakan kedudukan.

Belum puas dengan hasil imbang, Paya Bakung terus menggempur. Hingga akhirnya, Indra Kusuma muncul sebagai penentu kemenangan lewat gol di menit ke-88, memastikan comeback dramatis sekaligus tiga poin penting.

1. Manfaatkan lawan kena kartu merah

Duel Payabakung United kontra Tanjungbalai United pada lanjutan Liga 4 di Stadion United, Minggu (29/3/2026) (dok.Liga 4 Sumut)

Pelatih Paya Bakung United, Sakti Yasin Nasution, mengakui keunggulan jumlah pemain memberi pengaruh, namun menegaskan keyakinan timnya tetap menjadi kunci. “Memang ada faktor kartu merah dari lawan, tapi saya percaya anak-anak tetap bisa menang meski lawan lengkap 11 pemain,” ujarnya.

Meski kini berada di puncak klasemen sementara Grup C, Sakti memilih meredam euforia. Fokus utama timnya adalah memastikan tiket ke babak berikutnya, bukan sekadar status juara grup.

“Kami tidak terlalu memikirkan juara grup. Target utama lolos dulu. Kalau juara grup itu bonus. Yang penting dua laga sisa harus maksimal,” tegasnya.

2. Tanjungbalai United salahkan jadwal padat

Duel Payabakung United kontra Tanjungbalai United pada lanjutan Liga 4 di Stadion United, Minggu (29/3/2026) (dok.Liga 4 Sumut)

Di sisi lain, pelatih Tanjungbalai United, Nico Chandra Sinurat, menilai kekalahan timnya tak lepas dari situasi pertandingan yang padat hingga berujung pada kesalahan fatal.“Jadwal padat membuat pemain kehilangan fokus, sehingga terjadi kartu merah,” katanya.

Meski baru mengoleksi satu poin dari dua laga, Nico tetap optimistis peluang timnya belum tertutup. “Kami harus sapu bersih dua laga sisa agar peluang lolos tetap ada,” ucapnya.

3. Muspika FC imbang kontra Pelita Medan Soccer

Duel Muspika FC kontra Tanjungbalai United di Stadion Unimed pada laga lanjutan Liga 4 Piala Gubernur Sumut, Jumat (27/3/2026) (Dok.Liga 4 Sumut)

Pada pertandingan lain di Grup C, Muspika FC kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan Pelita Medan Soccer.

Hasil ini menempatkan Paya Bakung United di puncak klasemen sementara dengan 4 poin dari dua laga. Muspika FC menyusul dengan 2 poin, sementara Pelita Medan Soccer dan Satria Muda masing-masing mengoleksi 1 poin dari satu laga. Tanjungbalai United harus puas berada di dasar klasemen dengan 1 poin dari dua pertandingan.

Editorial Team