Alasan PSMS Tunjuk Eko Purdjianto, Gak Neko-neko!

Medan, IDN Times- PSMS Medan resmi memulai babak baru dengan menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala menggantikan Kas Hartadi. Keputusan ini bukan sekadar pergantian figur di pinggir lapangan, melainkan bagian dari langkah strategis manajemen dalam membangun fondasi tim yang lebih solid dan berkelanjutan.
Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan bahwa penunjukan Eko didasarkan pada kombinasi pengalaman, karakter, serta kecocokan filosofi bermain dengan kebutuhan Ayam Kinantan saat ini.
1. Punya rekam jejak yang bagus dan cocok dengan pemain muda

Menurutnya, PSMS membutuhkan sosok pelatih yang tidak hanya paham taktik, tetapi juga mampu bekerja realistis dengan komposisi pemain yang ada.
“Beliau masih muda, jam terbangnya bagus. Pernah menangani klub dan juga terlibat di tim nasional meskipun sebagai asisten pelatih. Yang terpenting, filosofi strateginya sejalan dan orangnya tidak neko-neko,” ujar Fendi kepada wartawan, Kamis (8/1/2025).
2. Target yang dibidik

Manajemen PSMS, lanjut Fendi, telah menyampaikan gambaran target kepada Eko Purdjianto. Namun pendekatannya tidak semata berbicara hasil instan, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap potensi tim di sisa putaran kedua dan ketiga kompetisi.
“Saya sudah bicara dengan Eko. Dengan sisa pertandingan di putaran kedua dan ketiga, kami ingin melihat sejauh mana posisi realistis PSMS dengan komposisi pemain yang ada sekarang,” katanya.
3. Adhyaksa FC jadi ujian perdana

Rekam jejak Eko Purdjianto dinilai selaras dengan kebutuhan tersebut. Ia pernah menjadi bagian dari jajaran pelatih PSIS Semarang sebagai manajer tim sekaligus asisten pelatih pada Liga 1 musim 2023/2024, serta membantu Persis Solo tampil kompetitif di Liga 2. Pengalamannya di level nasional pun tak bisa dipandang sebelah mata, termasuk perannya dalam tim kepelatihan Timnas Indonesia U-22 yang sukses meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja.
Selain itu, kiprah Eko bersama Bali United semakin mempertegas kapasitasnya. Ia turut ambil bagian dalam perjalanan tim asal Pulau Dewata tersebut meraih runner-up Liga 1 2017 dan gelar juara Liga 1 2019. Tidak hanya fokus pada hasil, Eko juga dikenal memiliki perhatian besar pada pembinaan pemain muda, termasuk keterlibatannya dalam pengembangan Timnas Indonesia U-19 yang pernah menjuarai Piala AFF U-19.
Tugas berat langsung mengadang di laga perdana. Ujian pertama datang dari Adhyaksa FC, tim posisi kedua klasemen Championship grup 1. Pada laga perdana di Banten, PSMS sukses menahan imbang Adhyaksa FC 1-1.
















