Petarung Indonesia, Jeka Saragih (merah), dalam Road to UFC (Dokumentasi UFC)
Jeka menang cukup mudah atas Ki Won Bin. Hanya butuh satu ronde dan kurang dari tiga menit. Kemenangan KO itu bermula dari hook telak Jeka yang mengenai rahang Won Bin dengan telak. Jab dari tangan kanannya tersebut langsung membuat sang musuh terkapar di atas kanvas.
Situasi itu menguntungkan Jeka. Dia sempat mendaratkan ground and pound sebelum akhirnya wasit menghentikan pertandingan. Wasit menghentikan duel dan menyatakan petarung asal Indonesia itu menang KO.
Jeka Saragih adalah atlet kelahiran Desa Bah Pesusang, Simalungun, Sumatra Utara. Jeka Asparido Saragih nama lengkapnya, lahir 3 Juli 1995. Namun orangtuanya awalnya tak terlalu mendukung kariernya.
Dia berlatih bela diri sejak kecil. Wushu sanda menjadi cabang olahraga yang ditekuninya. Ini adalah salah satu cabang beladiri.
Meskipun begitu Jeka Saragih maju terus. Dia mampu berprestasi di kejurda hingga kejurnas. Saat masih duduk di bangku SMA, Jeka memenangkan kejurnas Wushu di Yogyakarta tahun 2013.
Dia juga memerkuat Indonesia di ajang Asian Games Junior di tahun yang sama. Sayang Jeka gagal jadi juara. Jeka memutuskan merantau ke Batam sekaligus kerja. Tapi dia tak melupakan bela diri. Dia akhirnya bergabung dengan Batam Fighter Club (BFC). Di situ Jeka ditempa menjadi petarung MMA. Dia diikutkan kejuaraan One Price di TV One. Tahun 2017, kerja kerasnya berbuah hasil, ia menjuarai grade A 70 kilogram.
Setelah namanya mulai dikenal di MMA, Jeka akhirnya mendapatkan mimpinya yang tertunda memerkuat daerahnya di ajang PON 2020 Papua yang ditunda pada 2021 lalu. Jeka meraih medali perak dari cabor wushu sanda kelas 75 Kg.
Di final Jeka sayangnya takluk dari pewushu Jawa Barat, Iman Lesmana yang berstatus juara bertahan.